5 Mei 2015

Bicara Soal Utang


Uang dan utang adalah dua hal yang sangat berkaitan. Dua hal yang sangat sensitif dalam hubungan kemasyarakatan. Namun entah mengapa ada saja orang yang suka memiliki utang. Bahkan ada yang sampai meninggal dunia membawa utang. Ada beberapa jenis orang yang cukup aneh buat saya. Mereka selain gemar meminjam sejumlah uang, mereka juga tak pandang bulu terhadap orang yang dijadikan tempat meminjam uang.

Seperti seorang perempuan yang ada di kontak BBM saya. Aneh, tak pernah bertemu sama sekali tetapi tiba-tiba dia menanyakan apakah dia bisa meminjam uang pada saya. Buat saya sendiri yang sudah cukup dewasa dan sudah sering sekali meminjamkan uang pada orang lain, seharusnya orang yang pertama kita temui untuk meminjam uang adalah orang tua kita atau saudara kita bukan orang asing yang hanya kita kenal melalui BBM. Bagaimana ceritanya meminta bantuan uang pada orang yang tak benar-benar kita kenal.

Kalaupun memang benar-benar sudah tak ada yang bisa kita jadikan tempat meminjam, saya wajib curiga alasannya. Kalau sampai harus meminjam pada orang asing, artinya sebelumnya ini orang sudah punya banyak utang yang tak terbayar atau memang berniat untuk tidak membayar pinjamannya pada kita. Pastinya orang ini akan membuat masalah saja pada akhirnya. Itu sebabnya saya lebih suka menjadi sedikit kejam dengan menolak untuk memberikan pinjaman.

Memang seharusnya begitu sih. Sebaiknya menutup jalan masalah di awal dibandingkan mendapatkan kerugian di bagian akhir. Apalagi kita juga tak mengenal orang yang akan kita pinjamkan uang. Pernah juga orang yang sama ini meminta pinjaman pulsa. Janjinya akan mengganti sejumlah pulsa juga nantinya. Ya ampun please deh. Kalau tidak mengenal mengapa sih harus meminjam uang atau pulsa? Apalagi mengingat sekarang pulsa sudah banyak yang pecahan lima ribu. Aneh saja sampai harus meminjam pada orang asing.

Saya sendiri saja mikir untuk meminjam uang pada sembarang orang apalagi sampai meminjamkannya.

@honeylizious

Followers