Langsung ke konten utama

Rasanya....


Rasanya 24 jam itu kurang buat sehari-hari. Saya tidur siang saja 1-2 jam sehari rasanya masih kurang. Terbangun karena sudah mandi keringat. Panas sekali tubuh saya semakin mendekati lahiran ini. Belum lagi jadwal kuliah yang lumayan padat. Berangkat pagi pulangnya siang. Langsung makan siang begitu tiba di rumah. Kemudian tidur siang deh beberapa jam. Bangun-bangun biasanya sudah sore. Padahal masih mengantuk.

Semakin berat rasanya. Apalagi tidur malam agak susah. Udah gitu kurang nyenyak pula. Bukannya pengen ngeluh sih, tapi inilah yang saya rasakan beberapa bulan terakhir ini. Bulan depan siap-siap menghadapi kemungkinan lahiran sebelum atau setelah ujian tengah semester. Harapannya sih ujiannya kelar dulu 10 hari baru lahiran. Kapan pun lahirannya semoga bayinya sehat dan saya mampu mengeluarkannya dengan normal. Nggak kebayang harus operasi di bagian perut dan memakan waktu yang lebih lama untuk masa penyembuhannya.

Rasanya saya rindu ingin pulang kampung. Ingin ketemu teman-teman lama. Menyusuri jalanan yang dulu sering saya lewati setiap berangkat sekolah. Kangen dengan kantin dan makanan yang suka saya beli saat istirahat. Rindu semua itu. Ingin mengenangnya lagi bersama teman-teman lama yang masih berada di sana. Apa kabar mereka?

Banyak sekali hal yang ingin saya lakukan. Kemudian terhalang oleh satu orang yang ada di sana. Semuanya harus diurungkan dan hanya bisa dipendam dalam-dalam. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan