Langsung ke konten utama

Ngidam Kindle



Ini mah alasean banget ya kalau mengatasnamakan ngidam untuk mendapatkan kindle. Sebenarnya memang sudah lama melirik benda yang satu ini. Tapi saya ya gitu orangnya. Kalau barang itu nggak terlalu akan menghasilkan uang agak keterlaluan mikirnya buat beli. Apalagi kalau sudah ngomongin soal beli yang harganya jutaan. Suka sayang aja sama uang yang sudah susah payah dicari. Apalagi dikeluarkan cuman buat sebuah pembaca buku elektronik. Walaupun sebenarnya saya rasa fungsinya akan lebih maksimal untuk meningkatkan aktivitas baca saya setiap harinya. Sebab kindle bisa dibawa ke mana-mana dan bisa memuat banyak buku elektronik.

Ada liat sih kindle yang second, jadi harganya lebih murah, jauh lebih murah dibandingkan yang masih baru buka bungkus. Tapi masih harus mikir lagi buat beli. Kecuali dagangan saya laris manisnya keterlaluan bulan ini. Baru deh boleh beli kindle. Sekalian deh beli yang baru kalo gitu. Hehehe...

Semenjak segalanya sudah berbentuk elektronik, memang aktivitas membaca buku saya dibandingkan dulu jauh sekali berkurangnya. Beda dengan waktu masih kecil. Saya bisa melahap banyak sekali buku. Sekarang sih ada beberapa buku elektronik yang saya cetak buat keperluan mendongengi janin. Namun ukurannya yang tebal membuat saya kadang kesulitan membawanya di dalam tas. Sebab saya mendongenginya bukan di rumah sih. Melainkan di kampus. Sambil memperbaiki pronounce saya dalam berbahasa Inggris.

Kindle tentunya juga akan menjadi teman yang sangat setia terhadap banyak buku bahasa Inggris yang bisa diunduh secara gratis. Terutama buku dongeng yang sudah dicetak ratusan tahun yang lalu. Eh ngomong-ngomong apa ya buku pertama yang dicetak di dunia ini? Kalau di Indonesia ada yang tahu nggak?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan