13 April 2015

Ngidam Kindle



Ini mah alasean banget ya kalau mengatasnamakan ngidam untuk mendapatkan kindle. Sebenarnya memang sudah lama melirik benda yang satu ini. Tapi saya ya gitu orangnya. Kalau barang itu nggak terlalu akan menghasilkan uang agak keterlaluan mikirnya buat beli. Apalagi kalau sudah ngomongin soal beli yang harganya jutaan. Suka sayang aja sama uang yang sudah susah payah dicari. Apalagi dikeluarkan cuman buat sebuah pembaca buku elektronik. Walaupun sebenarnya saya rasa fungsinya akan lebih maksimal untuk meningkatkan aktivitas baca saya setiap harinya. Sebab kindle bisa dibawa ke mana-mana dan bisa memuat banyak buku elektronik.

Ada liat sih kindle yang second, jadi harganya lebih murah, jauh lebih murah dibandingkan yang masih baru buka bungkus. Tapi masih harus mikir lagi buat beli. Kecuali dagangan saya laris manisnya keterlaluan bulan ini. Baru deh boleh beli kindle. Sekalian deh beli yang baru kalo gitu. Hehehe...

Semenjak segalanya sudah berbentuk elektronik, memang aktivitas membaca buku saya dibandingkan dulu jauh sekali berkurangnya. Beda dengan waktu masih kecil. Saya bisa melahap banyak sekali buku. Sekarang sih ada beberapa buku elektronik yang saya cetak buat keperluan mendongengi janin. Namun ukurannya yang tebal membuat saya kadang kesulitan membawanya di dalam tas. Sebab saya mendongenginya bukan di rumah sih. Melainkan di kampus. Sambil memperbaiki pronounce saya dalam berbahasa Inggris.

Kindle tentunya juga akan menjadi teman yang sangat setia terhadap banyak buku bahasa Inggris yang bisa diunduh secara gratis. Terutama buku dongeng yang sudah dicetak ratusan tahun yang lalu. Eh ngomong-ngomong apa ya buku pertama yang dicetak di dunia ini? Kalau di Indonesia ada yang tahu nggak?

@honeylizious

Followers