6 April 2015

Mendongengi Janin


Sepertinya sudah waktunya untuk membacakan dongeng kepada bayi yang saya kandung. Hitungan minggu dia sudah akan lahir ke dunia ini. Rencananya akan terus mendongenginya sampai dia cukup besar nantinya. Selain itu saya juga ingin memperbaiki pronounce bahasa Inggris saya yang kadang masih suka keseleo. Jadi saya mengunduh beberapa ebook fairy tales dalam bahasa Inggris. Sekali dayung dua tiga pulau terlampau. Sekali baca cerita, tidak hanya mendongengi sang bayi, saya juga ikut mendapatkan manfaat dengan membacakannya dengan suara.

Ah, dulu saya tak membayangkan akan melakukan ini. Menikah saja rasanya bagai mimpi. Sebab beberapa kali gagal dalam bidang percintaan membuat saya berpikir ulang mengenai kehidupan menjadi seorang istri. Pernah terbersit, jangan-jangan memang saya tidak akan pernah menikah. Apalagi sampai membayangkan akan hamil dan punya anak. Sampai akan mendongeng seperti ini segala. Mimpi yang menjadi kenyataan.

Saya jadi ingat betapa senangnya saya membaca buku cerita baru yang dibawakan Umak dari perpustakaan sekolahnya. Dulu Umak memang selalu kebagian tugas merawat perpustakaan sekolah dan dampaknya adalah setiap ada buku baru yang datang, saya adalah orang yang paling berbahagia di dunia ini. Buku menjadi sesuatu yang sangat mewah sewaktu saya kecil. Potongan koran yang digunakan untuk membungkus belanjaan saja suka saya baca. Apalagi buku cerita dongeng yang masih bau harum percetakan.

Beda ya dengan sekarang. Kalau sekarang saya tinggal baca online atau bisa unduh dan mencetaknya sendiri. Jauh lebih terjangkau sih jadinya. Tapi sensasi yang saya rasakan dulunya jadi beda dengan sekarang. Bagaimana dengan anak saya nantinya ya?
 

@honeylizious

Followers