Langsung ke konten utama

Mendongengi Janin


Sepertinya sudah waktunya untuk membacakan dongeng kepada bayi yang saya kandung. Hitungan minggu dia sudah akan lahir ke dunia ini. Rencananya akan terus mendongenginya sampai dia cukup besar nantinya. Selain itu saya juga ingin memperbaiki pronounce bahasa Inggris saya yang kadang masih suka keseleo. Jadi saya mengunduh beberapa ebook fairy tales dalam bahasa Inggris. Sekali dayung dua tiga pulau terlampau. Sekali baca cerita, tidak hanya mendongengi sang bayi, saya juga ikut mendapatkan manfaat dengan membacakannya dengan suara.

Ah, dulu saya tak membayangkan akan melakukan ini. Menikah saja rasanya bagai mimpi. Sebab beberapa kali gagal dalam bidang percintaan membuat saya berpikir ulang mengenai kehidupan menjadi seorang istri. Pernah terbersit, jangan-jangan memang saya tidak akan pernah menikah. Apalagi sampai membayangkan akan hamil dan punya anak. Sampai akan mendongeng seperti ini segala. Mimpi yang menjadi kenyataan.

Saya jadi ingat betapa senangnya saya membaca buku cerita baru yang dibawakan Umak dari perpustakaan sekolahnya. Dulu Umak memang selalu kebagian tugas merawat perpustakaan sekolah dan dampaknya adalah setiap ada buku baru yang datang, saya adalah orang yang paling berbahagia di dunia ini. Buku menjadi sesuatu yang sangat mewah sewaktu saya kecil. Potongan koran yang digunakan untuk membungkus belanjaan saja suka saya baca. Apalagi buku cerita dongeng yang masih bau harum percetakan.

Beda ya dengan sekarang. Kalau sekarang saya tinggal baca online atau bisa unduh dan mencetaknya sendiri. Jauh lebih terjangkau sih jadinya. Tapi sensasi yang saya rasakan dulunya jadi beda dengan sekarang. Bagaimana dengan anak saya nantinya ya?
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma