Langsung ke konten utama

Mau Murah?


Tidak sedikit konsultan Oriflame yang membuat harga produk yang ditawarkan Oriflame tidak stabil. Sebab banyak sekali orang yang ingin mengejar poin setiap bulannya merelakan orang membayar dengan harga konsultan bukan harga katalog. Saya sendiri paling pantang memberikan harga konsultan pada orang yang bukan konsultan, kalaupun dia konsultan dia tetap tak akan mendapatkan harga konsultan dari saya jika dia bukan berada di jaringan Oriflame saya.

Siapa sih yang tak mau mendapatkan harga produk Oriflame semurah mungkin? Sudah diskon di katalog diskon konsultan pula. Tapi sebenarnya hal seperti ini bisa dihindari dengan mengatakan bahwa harga konsultan hanya untuk konsultan karena konsultan membutuhkan biaya untuk pendaftaran, beli katalog, bahkan membayar ongkos kirim jika memang orderannya tidak memenuhi kualifikasi untuk mendapatkan ongkir gratis dari Oriflame. Saya sendiri sih paling ogah memberikan harga konsultan pada orang yang memang bukan konsultan.

Jika memang ingin mendapatkan harga semurah mungkin, sampai sesuai dengan harga konsultan sebenarnya kita bisa mengajak orang-orang ini untuk ikut bergabung. Dengan menunjukkan kelebihan apa saja yang bisa didapatkan oleh setiap konsultan Oriflame. Sebab bukan hanya harga produk menjadi lebih murah dibandingkan harga katalog, tetapi juga akan mendapatkan promo khusus untuk konsultan.

Jadi alih-alih merelakan keuntungan kita terpotong dengan memberikan harga konsultan pada orang yang ingin mendapatkan produk Oriflame kita malah bisa mengembangkan jaringan Oriflame kita menjadi lebih besar. Sebab untuk mendaftar di Oriflame biayanya terjangkau dan selisih harga konsultan dan harga katalog pasti bisa mengembalikan biaya pendaftaran awal seorang konsultan.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan