25 April 2015

Ketika Baju-Baju Pesta Sudah Tak Muat


Saya baru menyadari banyak sekali dress yang saya simpan untuk acara khusus, entah itu undangan pernikahan atau apa gitu yang butuh dress yang elegan, tak lagi muat di tubuh saya. Tepatnya di perut. Sampai sesak napas dibuatnya saat mencoba memaksanya masuk. Saya pikir tidak akan sesusah itu mengenakannya karena yang berubah bentuk hanya bagian pinggul dan perut. Ternyata bagian atasnya memang longgar tetapi jangan harap saya bisa ke pesta dengan dress tersebut lagi. Untungnya saya sudah menyiapkan beberapa lembar gamis yang saya pesan dari seorang teman. Gamis yang memang cocok untuk ibu hamil dan menyusui.

Hampir setiap bulan yang saya lakukan hanya berbelanja pakaian. Karena memang itu yang paling saya butuhkan dibandingkan yang lainnya. Bagaimana tidak? Tubuh saya semakin melar bagian perutnya. Seakan-akan seperti balon yang ditiup. Buncit sekali. Padahal baru 8 bulan lebih sudah terlihat seperti sembilan bulan. Bahkan banyak yang memperkirakan saya akan melahirkan dalam hitungan hari. Posisi bayinya sendiri sih memang sudah menuju jalan lahir. Tetapi dokter mengatakan prakiraan kelahirannya itu 20 Mei. Semoga saja memang sekitar tanggal tersebut soalnya saya masih ingin ujian tengah semester sampai 13 Mei nanti.

Sekarang saya sudah tak terlalu peduli dengan fashion musti bagaimana. Paling penting buat saya sekarang adalah saya bisa mengenakan pakaian dengan nyaman dan tidak membuat saya sesak napas. Karena itu sangat menyiksa. Apalagi kalau di bagian perutnya itu terlalu pas dengan bentuk perut. Bisa-bisa saya kehabisan napas karena sesak.

Meskipun demikian yang harus saya lewati sekarang, saya berbahagia sekali akan menjadi seorang ibu. Apa pun risiko yang akan saya hadapi. Sesakit apa pun nantinya.
 

@honeylizious

Followers