Langsung ke konten utama

Hindari Sakit Kepala Selama Masa Kehamilan


Mengingat-ingat kembali masa awal kehamilan saya. Rasanya saya tidak mengalami sakit kepala yang cukup mengkhawatirkan. Bahkan rasanya tidak mengalami sakit kepala gara-gara hamil. Soalnya saya lebih banyak tidur selama awal kehamilan, sampai sekarang juga sih sebenarnya. Tapi kalau panas berlebihan melanda tubuh, saya biasanya langsung mandi. Kalau dulu saya tidak keramas setiap mandi, sekarang beda. Pagi dan sore saya selalu keramas. Karena tidak ingin ada ketombe yang muncul selama kehamilan.

Rambut juga sengaja saya potong sependek mungkin untuk menghindari serangan sakit kepala. Soalnya merawat rambut yang panjang selama hamil tentunya bukan hal yang mudah. Mengingat saya orangnya tidak telaten. Lumayan mengurangi rasa gerah juga dengan rambut sependek sekarang.

Sebagai ibu hamil juga jangan sampai kekurangan cairan. Dehidrasi bisa menyebabkan migrain soalnya. Kalau sudah migrain kita pasti ingin segera menyembuhkannya dengan minum obat. Sayangnya ibu hamil nggak boleh sembarangan minum obat. Jadi kalau sakit gimana dong? Ya kalau bisa jangan sampai jatuh sakit. Namun bisa minta resep obat dengan bidan atau dokter kandungan sih kalau memang benar-benar sakit tak tertahankan.

Terakhir saya sakit kepala itu beberapa hari yang lalu. Penyebabnya sih karena terlalu banyak membaca pertanyaan bahasa Inggris yang harus dijawab dalam bahasa Inggris pula. Pusing banget. Saya langsung tidur setelah menjawab semua pertanyaan tersebut dan bangun paginya kepala masih agak berat. Saya tidak minum obat apa pun untuk menyembuhkannya. Saya hanya memijit-mijit kepala saya dan siangnya pulang kuliah saya istirahat lagi dengan tidur beberapa jam. Alhamdulillah sembuh sih. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan