6 April 2015

Blood Moon dan Tradisi Mandi di Atas Lesung


Beberapa waktu yang lalu kita tentunya sudah menyaksikan fenomena alam yang menunjukkan kebesaran Sang Pencipta semesta alam ini. Bagaimana rupa bulan yang biasanya putih itu menjadi merah. Sampai disebut sebagai blood moon. Seakan-akan sedang melihat bulan di film aja ya? Sebagai perempuan hamil saya mau tak mau harus mengikuti tradisi mandi di atas lesung seperti kebanyakan perempuan lainnya.

Ini juga terjadi pada Umak saya sewaktu mengandung saya sekitar 8 bulan. Sama ceritanya dengan yang saya alami sekarang. Mengandung hampir 8 bulan dan terjadi gerhana pula. Menurut tradisi masyarakat yang masih meyakini soal ini adalah ketika gerhana perempuan yang sedang mengandung harus dimandikan di atas lesung supaya anaknya tidak terkena 'babak'. Babak (dibaca baba') adalah tanda lahir yang agak gelap dibandingkan warna asli kulit kita.

Saya sendiri punya tanda lahir seperti itu di bagian perut. Orang khawatirnya jika tidak dimandikan di atas lesung, babak itu akan muncul di bagian wajah. Sehingga cukup mengganggu penampilan seseorang. Sebenarnya sih saya tidak begitu percaya soal ini. Apa hubungannya gerhana dengan kandungan seseorang. Tapi karena saya malas berdebat ya sudahlah saya ikuti saja prosesinya dan manut saja saat dimandikan sambil dibacakan doa. Anggap aja ibu mertua sedang mendoakan yang baik.

Cuma ya itu masalahnya, saya dimandikan dengan air hujan dari tempayan di dekat saya duduk di atas lesung. Walaupun saya sudah buru-buru mandi keramas dengan air ledeng tapi sampai hari ini saya merasa agak tidak enak badan. Ya sudahlah...

@honeylizious

Followers