Langsung ke konten utama

Tujuan Gabung di Oriflame?

Kalau ada yang nanya tujuan saya pertama kali gabung di Oriflame ya cuma satu. Ingin dapat produk berkualitas dengan harga terjangkau. Soalnya produk Oriflame yang sudah didiskon di katalog tetap didiskon lagi untuk member. Jadi member bisa dapat harga yang semakin murah dibandingkan konsumen biasa. Apalagi kadang ada promo produk khusus untuk member. Hanya untuk member. Konsumen nggak bisa dapat.

Produk perawatan wajah sih yang saya incar sejak awal. Karena saya ingin sekali punya kulit yang bagus dibandingkan sebelumnya. Sudah banyak sekali produk yang saya coba ke wajah dan hasilnya tidak ada yang memuaskan. Saya sendiri belum pernah mengecek kulit wajah saya ke dokter kulit karena memang saya tidak tertarik melakukannya. Beda dengan adik saya yang sempat ke dokter kulit untuk memeriksa kulit wajahnya yang bermasalah.

Masalah di wajah saya sejak dulu memang kusam dan berjerawat. Kadang saya jadi tak percaya diri gara-gara kulit wajah saya. Minder sekali jadinya. Lalu dikenalkan dengan produk Oriflame oleh seorang teman. Rasanya beda sekali dengan semua produk yang pernah saya gunakan. Lalu hitungan soal harga saya malah terkejut karena harga produk Oriflame kalau dihitung juga tak jauh beda dengan produk serupa yang ada di pasaran. Bahkan bisa lebih murah dengan kualitas lebih baik.

Dulunya hanya berani beli produk perawatan wajah. Lama-lama semua kebutuhan yang bisa dipenuhi Oriflame saya belinya di Oriflame saja. Pertama karena saya yakin produknya berkualitas, aman, dan halal. Beruntung sekali saya dikenalin ke Oriflame oleh teman saya. Jadinya kepercayaan diri saya meningkat. Bukan karena saya merasa lebih cantik dari orang lain. Tapi karena kulit saya bebas kusam dan jerawat.

Kamu, apa tujuannya gabung di Oriflame?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan