Langsung ke konten utama

Setelah Kulminasi

Alhamdulillah hari ini, meskipun siangnya puanas pol tapi sorenya hujan, bahkan pas sebelum maghrib juga sempat hujan. Lumayan membasahi Kota Pontianak yang selama 3 hari ini panas karena fenomena kulminasi. Memang panasnya gila-gilaan. Tidur siang jadi tak begitu nyenyak. Bangun tidur siang dapat dipastikan badan penuh keringat.

Malam hari seperti ini pun panasnya masih terasa walaupun sudah diguyur hujan. Seberapa banyak minum air pun tetap saja kehausan. Kalau sudah begini biasanya yang paling mempan ya minum pocari sweat. Supaya nggak dehidrasi. Bibir jangan sampai kekeringan. Bisa pecah-pecah kalau dehidrasi. Mana bibir saya termasuk yang mudah sekali pecah-pecah. Untung ada tendercare yang lumayan melembabkan bibir dari luar. Tapi ya tetap saja harus minum cukup cairan supaya nggak pecah bibirnya dan buang air lancar.

Beberapa hari ini ada masalah lagi dengan pencernaan. Belum nemu pisang yang bisa dijadikan cemilan. Biasanya titip sama kakak ipar yang belanja ke pasar flamboyan. Namun susah ngedapetin pisang yang baru matang. Seringnya yang ada di pasar pagi-pagi itu yang sudah agak becek. Masalahnya saya kurang suka pisang lembek begitu. Jadinya nggak makan pisang beberapa hari ini. Padahal pisang adalah senjata yang cukup ampuh untuk mengatasi masalah pencernaan saya selama kehamilan ini.

Makan buah pepaya yang tak begitu disukai juga agak sulit. Bagian yang tidak saya suka adalah saat saya selesai makan pepaya ada rasa yang tidak enak tertinggal di lidah. Entah itu rasa apa. Tapi rasa itu yang membuat saya tak suka pepaya. Walaupun sebenarnya pepaya cukup mudah ditemukan di toko buah terdekat.

Serba salah beberapa hari terakhir ini...

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan