Langsung ke konten utama

Scrub Bibir dengan Tendercare dari Oriflame

Tendercare dari Oriflame menawarkan beberapa aroma. Paling harum menurut saya yang warna krem, aroma vanilla. Tiap orang punya pilihannya masing-masing sih. Tendercare paling banyak saya gunakan untuk bibir saya yang mudah sekali kering dan pecah-pecah. Biasanya bibir saya juga suka mengelupas. Buruknya saya adalah saya suka menarik bagian yang terkelupas agar lepas dari bibir saya. Untung kalau tidak luka dan berdarah. Kalau sudah berdarah dapat dipastikan bibir jadi perih dan makan tidak enak.

Semenjak ada tendercare sih saya tak pernah melukai bibir saya lagi. Soalnya setiap beberapa hari sekali saya suka scrubbing bibir saya yang suka mengelupas dengan tendercare. Mudah saja sih caranya. Bibir saya olesi tendercare agak banyak lalu saya gosok menggunakan tisu basah. Tisu basah apa saja boleh. Gosok perlahan-lahan sampai bagian yang kering dan mengelupas lepas dari bibir kita.

Bibir kan memang akan ada kulit matinya tuh, mau tak mau memang harus discrubbing biar bibir kita terlihat lebih sehat dan mulus. Warnanya juga akan pink alami. Kalau bibir dibiarkan ada bagian yang pecah-pecah dan akan mengelupas agak sulit menggunakan lipstik. Jadinya nggak rata lipstiknya.

Malam harinya sebelum tidur, bibir yang sudah bersih juga sebaiknya diolesi tendercare. Biar pagi hari bibirnya lembut dan lembab. Saya sendiri menggunakan tendercare dua kali sehari minimal. Pagi sehabis mandi dan malam hari sebelum tidur. Meskipun tendercare ini kayaknya kecil tapi penggunaannya bisa cukup lama. Berbulan-bulan baru habis.

Kamu suka tendercare yang mana dari Oriflame?

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan