Langsung ke konten utama

Produk SPO Maret – Mei 2015



Sekarang saya sudah tidak tertarik untuk melakukan order melalui DS-Kurir yang mengantar langsung ke rumah. Soalnya entah mengapa DS-Kurir KGP yang ada di Pontianak suka lama sekali mengantarkan barang yang bukan dikirim ke SPO. Beda dengan SPO yang barang langsung diantar begitu tiba di Pontianak. Sewaktu masih tinggal di Pontianak Kota padahal saya tidak mengalami masalah seperti ini. Dua hari barang biasanya sudah sampai di rumah. Inilah kadang yang membuat perkembangan jaringan Oriflame di Pontianak suka menyendat. Sebab tak semua orang memahami cara mengorder dengan risiko hambatan yang kecil.

Saya sarankan untuk mengorder produk Oriflame yang dikirim ke Service Point Order atau SPO. Sebab barang lebih cepat sampai ke SPO dibandingkan barang yang dikirim ke rumah langsung. Ini kembali lagi ke kurir yang mengantar sih sebenarnya.

Memang untuk mendapatkan gratis ongkos kirim ada syarat yang harus dipenuhi jika orderan kita kisarannya 200.000-399.999 kita harus membeli satu produk yang ditawarkan sebagai produk khusus SPO. Beda kalau orderannya 400.000 ke atas, tidak perlu beli produk SPO pun kita sudah mendapatkan free ongkir. Eh tapi ya saat lihat produk SPO-nya saya sih nggak akan melewatkan kesempatan untuk membeli satu produknya. Jadi satu invoice hanya boleh membeli satu produk SPO. Kalau mau dapat banyak produk SPO orderannya dibagi aja. Minimal 200.000/invoice sudah mendapatkan ongkir gratis dan 1 produk SPO yang ingin kita beli.

Khusus bulan Maret – Mei 2015 ada 12 produk SPO yang bisa kita beli. Ini dia penampakannya. 



Diskon yang tertera adalah diskon untuk umum, konsultan akan mendapatkan diskon tambahan lagi sebesar 23% dari harga yang tertera. Jatuhnya miring bangetlah pokoknya.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan