7 Maret 2015

Pilih Kerja atau di Rumah?



Pertanyaan yang kayaknya banyak sekali muncul di kepala ibu rumah tangga yang bingung dengan pilihan yang bisa dia ambil. kadang suka lewat status seperti itu di time line sosial media yang saya miliki. Sebenarnya sekarang ini, kemajuan teknologi sudah sangat mendukung setiap ibu rumah tangga untuk tidak keluar dari rumah tapi tetap bekerja. Bahkan banyak juga pasangan suami istri yang sama-sama bekerja dari rumah. Kalau memang bisa memilih keduanya sekaligus mengapa kita harus mengorbankan satu di antaranya bukan? Toh yang paling penting masih bisa menghasilkan uang dan menghidupi keluaraga.

Selama itu halal dan bisa menjadi sumber yang cocok tak ada salahnya kok untuk memilih bekerja dari rumah. Kecuali rasanya tidak enak aja ditanyakan sama orang-orang pas ketemu. Kerja di mana sekarang? Ada orang yang tidak percaya diri untuk menjawab jika sekarang dia bekerja dari rumah. Saya sendiri sih malah bangga bisa bekerja dari rumah. Sebab itu artinya saya akan selalu ada untuk anak dan suami saya. Walaupun akan ada pendapat juga yang mengatakan, sayang banget sekolah tinggi nggak ngelamar jadi PNS atau pegawai kantoran yang bergengsi. Itu saat kita terlalu banyak mendengarkan pendapat orang lain.

Coba deh tanya sama diri sendiri. Kita cari uang buat siapa? Kita punya tujuan apa di dalam hidup ini? Siapa sih orang yang paling penting bagi kita? Kalau rasanya pendapat orang bisa mengganggu pilihan hidup kita ngapain didengerin. Toh ini hidup kita sendiri. Nikmati aja. Pada akhirnya yang paling penting adalah hasil dari pekerjaan kita.


Buat teman-teman facebook atau twitter saya yang suka mengeluh soal pilih kerja atau di rumah, coba deh cari-cari cara supaya tetap bisa bekerja dari rumah. Dibandingkan harus menghilangkan satu di antaranya dan membuat pilihan seperti itu cukup sulit. Apalagi buat ibu rumah tangga yang sudah memiliki anak. Akan tidak menyenangkan rasanya seperti itu. Ingin keluar dari rumah karena merasa ada pekerjaan terbaik yang sedang menunggu di luar sana. Apalagi kadang banyak ibu rumah tangga yang merasa penghasilan suaminya masih kurang untuk kebutuhan rumah tangga. Tapi melihat wajah anak-anak yang ada di rumah menjadi tidak tega juga meninggalkannya.

Buat yang mau mencoba berbisnis dari rumah, saya punya kok solusinya. Modalnya paling penting adalah pikiran positif dan kemauan. Saya sudah menjalankan beberapa bisnis dari rumah dan memang butuh waktu untuk membuat semuanya bergerak. Mau berbisnis seperti saya? Yuk gabung di sini. Gratis kok. 

Related Posts

Pilih Kerja atau di Rumah?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.