Langsung ke konten utama

Perpanjang Whatsapp Masih Harga Lama



Tak terasa sudah lebih dari dua tahun saya membuka jasa perpanjangan Whatsapp melalui blog ini. Buat yang butuh perpanjangan bisa langsung hubungi Whatsapp saya di 085213626011 ya. Tapi saya tidak melayani sesi perkenalan ya karena memang Whatsapp saya digunakan untuk bisnis. Bukan buat ngobrol dengan orang tak dikenal yang ingin kenalan. Apabila ingin tahu tentang saya bisa langsung follow beberapa akun sosial media saya atau baca blog ini sajalah. Soalnya kadang orang yang berada pada 'sesi perkenalan' ini cukup membuat kening saya berkerut.

Beberapa hari terakhir ini bahkan ada nomor asing dari luar negeri yang mengganggu saya. Nomor dalam negeri juga ada sih. Nggak tahu motivasinya apa. Seperti biasa saya akan 'mengusir' dengan halus untuk orang seperti ini bila memungkinkan. Tapi kalau tidak memungkinkan saya memang mau tak mau harus memblokirnya saja. Sebab selain menurut saya terlalu banyak basi-basi nggak jelas yang ujung-ujungnya juga nggak jelas, mereka suka menghubungi pada jam-jam yang tidak sopan. Kadang tengah malam bahkan dini hari. Saya sih biasanya sudah mematikan android saya sehingga pesan mereka tidak terkirim.

Jadi buat yang serius ingin bertransaksi perpanjangan Whatsapp nantinya to the point saja. Tak perlu repot basa-basi. Harganya juga masih harga yang sama seperti dua tahun yang lalu saya terapkan. Walaupun saya tahu sekarang harga dollar sudah melambung cukup tinggi. Masih bisa untuk sedikit tak mengapalah ya. Paling penting bisa membantu teman-teman yang kesulitan memperpanjang akun Whatsapp karena tak memiliki kartu kredit atau paypal. Saya sendiri menggunakan paypal untuk memperpanjang semua akun Whatsapp yang akan saya transaksikan.

Biayanya seperti di bawah ini.
  1. Rp20.000/tahun
  2. Rp50.000/3tahun
  3. Rp75.000/5tahun

Pembayaran bisa menggunakan tiga bank. Bank Mandiri, BCA, dan BNI. Apabila memang teman-teman tidak punya rekening bank tidak masalah, bisa membayar menggunakan pulsa kok. Tarifnya sama. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan