13 Maret 2015

Ngeblog Menyebabkan Kaki Membengkak


Merencanakan hari libur untuk menulis lebih banyak dan membayar segala jenis hutang di blog ternyata memang berimbas buruk pada kedua kaki saya sendiri. Selain kaki saya kesemutan karena terlalu lama dilipat, saya memilih duduk bersila untuk menghindari pembengkakan, kaki saya akhirnya juga mulai gatal-gatal karena akan segera membengkak, sebab saya kemudian mengubah posisi duduk saya. Kaki yang menjuntai ke bawah dan saya duduk di pinggir ranjang sambil mengetik membuat aliran darah ke kaki kurang lancar. Membengkaklah dia. Karena saya sedang hamil sih. Saya sendiri masih terus saja memaksakan diri untuk menulis.

Pengennya sih tengkurep tapi perut sudah seperti bola basket. Tak mungkin rasanya berada di posisi yang paling saya suka tersebut untuk menulis. Berselonjor juga kurang nyaman sebenarnya. Ah serba salah sekali. Tapi tangan saya masih kuat untuk menulis beberapa puluh postingan. Sebal sih rasanya. Semangat menulis ada. Ide juga masih banyak. Tapi kaki tak bisa diajak berkompromi. Perut sih jangan ditanya. Rasanya tak kuat duduk terlalu lama dengan perut sebuncit ini. Tak terbayangkan nanti saat perut saya sudah benar-benar ranum. Ketika sang kandungan sudah berusia 9 bulan dan siap untuk brojol.

Sayangnya suami hanya bisa diharapkan untuk memasukkan review jadi ke blog. Belum siap untuk menulis dia sepertinya. Apalagi dibandingkan keyboard dia lebih condong ke bantal kalau sudah berada di dalam kamar. Ya sudahlah. Saya masih punya dua bulan untuk mempersiapkan draft postingan. Semoga saja saya bisa menyiapkannya, setidaknya bisa melunasi semua hutang di blog saja sudah sangat alhamdulillah.

Kalau ada yang sekarang sedang hamil dan suka ngeblog seperti saya tak ada salahnya berbagi kiat supaya ngeblognya tidak membuat kaki bengkak. Soalnya saya ingin sekali bisa terus menulis tanpa meringis karena pembengkakannya membuat kaki saya gatal sekali. 

@honeylizious

Followers