18 Maret 2015

Mengapa Malas Berpikir?


Kadang saya bingung dengan orang yang malas sekali berpikir dan lebih suka meminta jawaban tanpa perlu berpikir lagi. Apakah sedemikian sulitnya untuk berpikir? Atau ada sesuatu hal yang memang tidak terkoneksi di dalam kepalanya sehingga ada yang berbeda darinya? Khusus untuk orang berkebutuhan khusus barangkali ini adalah hal yang bisa dimaklumi. Karena memang dia berbeda pada umumnya. Tapi bagaimana dengan orang yang sejatinya orang yang masuk kategori 'pada umumnya'? Tingkat kecerdasan bukan menjadi ukuranlah ya?

Jadi ingat dengan 'stupid fail status facebook'. Ternyata di akun facebook saya sendiri ada lho orang yang seperti ini. Orang yang malas untuk berpikir. Ceritanya sih sederhana. Saya mengunggah sebuah foto makanan yang saya tambah caption suka banget sama Chicken BBQ-nya. Logikanya, menurut saya pribadi, entah menurut orang lain ya, ketika seseorang mengatakan suka pada makanan tertentu itu artinya makanan tersebut enak atau sangat enak malahan. Jika pertanyaannya adalah berapa harga makanan tersebut saya maklum karena memang saya tdiak mencantumkan harga makanan tersebut sama sekali. Lalu pertanyaan yang absurd alias epic fail bagi saya adalah 'enak nggak?'.

Pengen balas 'menurut ngana?' dengan huruf kapital semua dan ditambah tanda seru yang banyak. Tapi ujung-ujungnya saya hanya menarik napas panjang dan meminta dia baca lagi caption foto tersebut untuk mendapatkan jawabannya sendiri. Bagian tambahan yang menyebalkannya lagi adalah dia bilang 'enak ya?'. Ya Allah, bagaimana saya tidak menuliskan 'otaknya dipake ya buat mikir'. Mengapa ada orang yang seperti ini di dunia yang luas? Komentar di akun facebook saya pula.

Bukan sekali dua kali dia mengajukan pertanyaan yang menunjukkan dia 'malas mikir' atau sebenarnya tidak nyambung dengan dunia yang sedang dia tinggali ya? Saya kurang paham juga sih. Tapi sejatinya itu adalah pertanyaan yang sama sekali tidak perlu diajukan apabila seseorang sudah jelas sekali menuliskan di keterangan statusnya atau foto yang dia unggah. Saya tidak tahu apakah dia akan membaca tulisan ini. Semoga saja dia membacanya dan memahami bahwa sesekali, gunakanlah otak yang ada itu untuk berpikir. Setidaknya kalau malas mikir jangan ditunjukkan di sosial media. 

@honeylizious

Followers