Langsung ke konten utama

Membantu Pemilik 088212818308



Saya rasa saya harus memberikan bantuan yang serius pada pemilik nomor ini 088212818308 soalnya sepertinya dia pemilik Whatsapp yang sangat kesepian. Beberapa kali dia mengirimkan pesan Whatsapp ke nomor saya. Padahal sudah dijelaskan itu nomor buat dagang dan yang balas adalah suami saya. Tetap saja ngeyel mengganggu. Sudah diblokir sih bahkan saya telpon sambil saya teriaki 'bisa nggak jangan ganggu?'. Benar-benar orang ini nggak tahu malu kali ya?

Mengapa masih ada orang yang normal di dunia ini? Maksud saya yang otaknya nggak dipakai dengan baik. Untuk apa coba mengganggu Whatsapp orang? Padahal seharusnya dia bisa menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. Saya sangat bingung dengan orang yang seperti ini. Kita semua punya waktu 24 jam dalam sehari tapi masih ada aja orang yang tak mampu mengharga 24 jam yang dia punya untuk melakukan hal yang berguna.

Sepertinya 088212818308 ini lelah dengan hidupnya. Kalau memang ada di antara teman-teman yang merasa butuh teman seperti ini tak ada salahnya untuk menghubungi dirinya melalui akun Whatsapp. Dia pasti akan senang sekali mendapatkan teman untuk menggunakan aplikasi yang sepertinya baru dia gunakan tersebut. Dulunya orang seperti ini pasti kebingungan menghabiskan jatah bonus smsnya dan sibuk mengirim sms ke nomor baru hanya untuk mendapatkan kenalan baru. Sekarang sudah pada pake android sih ya. Jadi Whatsapp pun kemasukan manusia kurang kerjaan sepeti dia ini.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan