Langsung ke konten utama

Kantor Kedua Honeylizious


Saya memang punya beberapa kantor untuk bekerja. Tidak hanya Radio Volare tempat saya ngantor. Ada tempat lain yang lebih privasi yang bisa saya datangi dan tetap bekerja setiap harinya untuk menghasilkan uang. Paling penting buat saya sendiri memang menghasilkan uang dari rumah. Sebab sejak awal saya ingin berada di rumah lebih banyak dan selalu ada untuk anak-anak saya. Ingin bersama mereka dalam keseharian dan ketika mereka butuh saya, saya selalu ada di sana untuk mereka. Kadang saya sering merasa sedih dengan diri saya sendiri yang harus mengalah demi pekerjaan Umak. Tak terbayangkan jika kemudian saya harus mengulang sejarah yang sama untuk anak-anak saya.

Itu sebabnya saya memutuskan untuk mencari uang tanpa perlu banyak keluar rumah. Kalaupun harus keluar rumah saya tak ingin terlalu lama. Setidaknya jangan sampai ada anak yang kemudian mengatakan bahwa saya adalah seorang ibu workaholic yang tidak punya waktu buat anak-anaknya. Saya ingin mereka melihat saya bekerja tanpa mengorbankan kebersamaan di dalam keluarga. Sebab buat saya sendiri kebersamaan dalam keluarga adalah sesuatu yang sangat penting, tak tergantikan dengan uang sebanyak apa pun.

Sebab semua yang sudah lewat suatu hari nanti tak akan bisa saya ulang lagi dan saya tak ingin hanya melihat pungung anak-anak saya yang nantinya akan meninggalkan saya satu persatu menuju rumah keduanya. Saya ingin mereka mengingat saya sebagai seorang ibu yang memberikan segalanya untuk mereka termasuk waktu terbanyak dalam hidup yang saya punya. Itu alasan saya memilih kantor kedua yang lebih fleksibel dan tetap menghasilkan uang.

Setiap orang punya pilihan di dalam hidupnya. Bukan berarti yang berkarier di luar dan menyerahkan urusan rumah tangga pada asisten itu lebih buruk dibandingkan ibu rumah tangga yang punya banyak waktu luang untuk anak-anaknya. Lakukanlah yang terbaik berdasarkan kata hatimu sendiri. Namun ketika membaca tulisan ini dan teman-teman ingin memiliki kantor kedua yang bisa menyatukan hubungan di dalam keluarga tak ada salahnya. Sebab kantor ini bukan hanya milik saya. Teman-teman juga bisa berada di dalamnya. Klik di sini untuk masuk ke kantor kedua Honeylizious. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan