Langsung ke konten utama

Jangan Gunakan BC Untuk Berjualan Online

Selalu menggunakan BC untuk berdagang online? Terutama di BBM? Paling banyak menemukan BC sih memang di BBM walaupun pernah juga dapat BC dari Whatsapp. Saya sendiri tidak suka mengirimkan BC apalagi menerima. Saya yakin betul banyak orang di luar sana yang memiliki pandangan yang sama seperti saya. Sebab BC itu pesan massal. Siapa yang suka disamakan dengan orang lain melalui pesan massal? Apalagi kalau isinya dagangan. Percaya deh nggak ada yang menyukai bentuk monoton dari iklan.

Coba kita lihat berbagai iklan di televisi. Dikemas dengan apik seakan-akan itu bukan iklan. Bahkan banyak pula iklan yang seperti mini seri yang punya cerita yang menyentuh emosi. Entah itu sedih atau bahagia. Bahkan tak jarang iklan yang menyentil sisi lain dari diri kita. Banyak juga yang unik dari iklan yang ditayangkan di layar kaca.

Tentu saja masih banyak yang tak sadar soal 'gangguan BC' yang mereka lakukan melalui pesan massal dagangan tersebut. Soalnya saya sendiri masih sering menerima BC dagangan. Mau BC-nya setiap hari sekali, seminggu sekali, atau sebulan sekali, mendingan jangan dibiasakan deh mengirimkan BC buat dagangan. Bahkan terkadang banyak juga BC yang isinya hoax atau bahkan tak jelas tujuannya apa. Sebab saya sering menerima BC promo pin bbm orang. Kalau saya tidak menggunakan BBM untuk pelanggan setia saya yang memang hanya punya BBM (selain SMS dan telpon) buat komunikasi sudah lama sebenarnya saya ingin menghapus aplikasi ini. Habisnya ya banyak sekali orang yang suka BC.

Akhirnya mau tidak mau saya yang harus rajin menghapus orang satu demi satu dari daftar kontak. Terutama buat spammer BC. Haduh pesan yang nggak guna buat kehidupan saya kok dikirim massal ke semua kontak sih? Menyebalkan juga jadinya punya BBM. Padahal niatnya buat cari uang dan komunikasi penting. Tapi banyak sekali orang yang kurang bijaksana menggunakannya.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan