9 Maret 2015

Istirahat di Rumah Saja



Ternyata banyak sekali yang khawatir melihat saya masih aktif kuliah di kampus. Masalahnya kalau saya tidak kuliah dan harus cuti saya musti ngapain di rumah selain tidur? Soalnya tiap berada di rumah saya hanya menghabiskan waktu di kamar dan tidur. Di kampus sebenarnya saya cukup mengantuk tetapi inilah cara setidaknya membuat saya tetap bangun setiap pagi dan berjalan turun naik tangga dengan perut buncit. Terima kasih banyak buat teman-teman yang mengkhawatirkan saya yang kuliah dalam keadaan hamil. Tenang, saya juga sudah tahu rumah sakit yang akan saya tuju untuk melahirkan.

Kebetulan rumah sakitnya tak jauh dari kampus. Itu sebabnya saya memutuskan untuk terus menghadiri kuliah sampai akhirnya perut saya sakit dan mulai ada kontraksi. Semoga tidak saat kuliah berlangsung sih sakit perutnya. Sebab saya tak ingin membuat seisi kampus panik. Tapi kalau memang sudah keadaannya demikian mau bagaimana lagi? Ya siapa tahu memang pas lagi jam perkuliahan saya sakit perutnya kan? Paling nggak jangan sampai ketuban pecah di kelas deh. Kasihan yang bersihin nantinya.

Jadi saya tidak terpikir untuk lebih banyak istirahat di rumah. Bukannya lebih baik kuliah dan menambah ilmu di kampus. Kalau tak kuliah akan banyak sekali ketinggalan yang membuat bahasa Inggris saya tak maju-maju. Padahal saya kan ingin pintar berbahasa Inggris. Setidaknya bisa menuliskannya dengan baik di blog. Jadi tak terpatah-patah lagi. Inginnya bisa segera lancar. Butuh waktu sih ya.

Sebenarnya kalau saya tahu saya mengandung, saya tidak akan masuk kuliah dulu tahun 2014 kemarin. Saya akan melahirkan bayi ini dulu. Setidaknya sampai dia berusia 3 atau empat tahun saya baru masuk kuliah. Jadi tak perlu ada jadwal cuti dan semacamnya. Namun saya pikir apa yang sudah terjadi tak bisa diulang dan memang sudah ini jalan saya sebagai seorang ibu dan anak saya nantinya. Semoga saja saya tak melewatkan banyak hal dalam hidupnya dan bisa menjadi ibu yang baik selalu untuknya.

@honeylizious

Followers