Langsung ke konten utama

Hati-Hati Belanja Online?


Sebagai pedagang online tentunya ini jadi sesuatu yang cukup mengganggu ya. Saya sendiri tidak hanya berjualan online tetapi juga sering belanja online. Sehingga mendapatkan peringatan seperti itu kesannya jadi serasa anak kecil yang baru belajar berjalan dan sedang dipegangi. Katakanlah niat orang yang mengingatkan kita sebenarnya baik. Tapi dari mana asalnya dia kekeuh mengingatkan kita untuk berhati-hati berbelanja online?

Menurut saya ini orang pasti pernah ditipu secara online, makanya dia seakan-akan melarang orang lain untuk berbelanja online dengan mengatakan 'hati-hati belanja online, banyak penipuan'. Pernah tertipu sekali bisa jadi membuat dia jera bertransaksi secara online. Sepanjang pengalaman saya berbelanja secara online, alhamdulillah sampai sekarang saya selalu bertemu dengan penjual yang bukan penipu. Memang banyak sekali orang yang menipu secara online di luar sana. Tapi untuk berbelanja online kita bisa kok membandingkan harga barang yang dijual untuk mengantisipasi penipuan.

Jangan tergiur dengan harga barang yang terlampau miring dengan iming-iming ini itu. Banyak orang yang gampang sekali mentransfer uang kepada penjual yang tidak dikenalnya karena merasa sedang beruntung mendapatkan barang yang diinginkan dengan harga sangat murah. Padahal harusnya kita curiga. Bukannya orang dagang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya? Bagaimana ceritanya kalau ada pedagang yang menunjukkan itikad sebaliknya?

Cek reputasi toko. Untuk mengetahui reputasi sebuah toko online kita bisa googling kok. Karena apabila toko online tersebut sudah pernah melakukan penipuan sebelumnya, akan ada banyak orang yang akan menuliskannya di internet. Tidak akan semudah itu membungkam orang yang sudah ditipu. Lain cerita kalau belanjanya di sosial media. Saya sendiri jarang belanja di akun sosial media orang secara sembarangan. Terutama facebook. Facebook adalah tempat terakhir yang akan saya pilih untuk bertransaksi. Sebab facebook memang paling rawan. Wajar kalau banyak orang yang tertipu di facebook. Biasanya para penipu ini mengambil akun orang lain yang temannya sudah banyak lalu menandai dagangan ke semua orang di akun tersebut untuk menebar umpan.

Berbelanjalah di tempat yang menggunakan rekening bersama. Banyak kok tempat pedagang berkumpul dan keamanan uang kita terjamin. Saat penjual tidak mengirimkan barangnya, uang kita akan dikembalikan oleh admin yang memegang akun rekening bersama tersebut.

Dibandingkan mengingatkan orang untuk hati-hati berbelanja online, mendingan bilangnya, hati-hati memilih toko online. Tapi ketika kita mudah ditipu bukan berarti orang lain juga akan ditipu dengan mudah kok oleh pelaku. 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan