Langsung ke konten utama

Gonjang Ganjing Turun Naik Nilai Tukar Dollar


Daripada membahas nilai tukar rupiah yang menurun kayaknya lebih baik membahas nilai dollar yang semakin naik. Eyaaah apa bedanya ya? Seenggaknya nggak merendahkan mata uang Indonesia-lah ya. Walaupun kurang lebih sama aja sih ujung-ujungnya. Saya yakin banyak di antara kita yang memiliki penghasilan dalam bentuk dollar sehingga nilai tukar dollar yang tinggi ke mata uang negara kita membuat penghasilan kita menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya walaupun sebenarnya dalam bentuk dollar masih sama saja.

Kadang ini menjadi dilema juga. Di satu sisi yang memiliki penghasilan dollar akan bersyukur karena nilai tukar rupiah yang anjlok. Di sisi lain, banyak barang kebutuhan yang akan ikut naik. Kayaknya dari sepanjang sejarah nilai tukar rupiah, kali ini memang turunnya agak keterlaluan ya. Walaupun memang nilai uang sekarang dengan dulu sangat berbeda. Syukur-syukur tidak krisis moneter lagi di Indonesia. Jadi ingat waktu masih SD dulu. Indonesia dilanda krisis moneter. Banyak usaha yang gulung tikar karenanya.

Harapan saya sih tentunya nilai tukar rupiah meningkat. Walaupun saya sendiri memiliki beberapa penghasilan berbentuk dollar tapi tentunya nilai tukar rupiah yang tinggi akan jauh lebih baik untuk banyak orang di negara kita. Tak terbayangkan kalau dollar akan semakin tinggi dan rupiah semakin rendah. Apa yang akan terjadi selanjutnya?
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan