Langsung ke konten utama

Bekerja dari Rumah?


Bisa kok. Kalau kita mau. Banyak hal yang bisa dijalankan dari rumah. Tetapi memang jangan berharap akan mendapatkan penghasilan tetap seperti pegawai kantoran. Sejak awal kita akan mendapatkan penghasilan yang tidak tetap bahkan bisa jadi ada masa-masa kita tidak akan mendapatkan penghasilan sama sekali. Namanya juga dagang. Tidak akan ada yang benar-benar pasti. Saya sendiri sudah menjalankan pekerjaan dari rumah sudah lebih dari tiga tahun. Sebelum saya menikah saya sudah merintis apa yang sekarang saya jalankan. Karena saya memang tidak ingin terikat jam kerja dan ingin bisa berada di rumah untuk anak-anak saya nantinya.

Sekarang anak pertama saya masih dalam kandungan dan alhamdulillah saya tidak perlu repot memikirkan soal bagaimana nanti jika saya bekerja dan dia butuh saya disampingnya?

Kita hanya butuh kemauan dan keberanian untuk melakukan pekerjaan dari rumah. Banyak sekali ibu rumah tangga yang bisa berhasil dengan memilih bekerja dari rumah. Bukan berarti bekerja di luar rumah itu buruk ya. Tapi tentunya banyak sekali ibu yang tak sanggup meninggalkan anaknya untuk bekerja. Terutama saya. Saya tak bisa memikirkan jika saya harus meninggalkan anak saya karena tuntutan pekerjaan. Tak ingin sekali menjadi ibu yang seperti itu.

Saya yakin setiap dari kita, ibu rumah tangga, punya keterampilan yang bisa diasah dan dikembangkan agar bisa menjadi sumber untuk menghasilkan uang. Syukur-syukur penghasilan kita bisa sama dengan penghasilan rata-rata pegawai kantoran. Setidaknya bisa mengurangi beban yang harus ditanggung suami juga sudah cukup menyenangkan. Apalagi mengingat kita masih bisa menjalankan tugas sebagai seorang ibu di rumah.

Jika sekarang ibu, yang sedang membaca tulisan ini sudah memulai bisnisnya dari rumah, bersyukurlah. Karena tak semua ibu punya keberanian untuk melakukannya dan memilih untuk berada di samping anak dan suaminya.
 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma