Langsung ke konten utama

Banyak Utang



Makin ke sini saya semakin mudah sekali mengantuk. Mata agak pedas melihat PC. Mengetik di ponsel pun kadang membuat saya menguap beberapa kali. Seperti sekarang saya sudah merasakan kantuk yang luar biasa. Apakah memang ibu hamil tua begini keadaannya? Sampai-sampai pas saya cek di blog ini utang postingan semakin numpuk. Padahal sudah berkomitmen untuk menulis 3 postingan sehari. Jangankan menyediakan tulisan terjadwal, memenuhi tulisan yang kosong pada hari sebelumnya saja susah minta ampun. Bukan karena kekurangan waktu atau ide. Saya mengantuk. Itu saja sih masalahnya.

Mudah sekali untuk tidur siang bahkan tidur pagi. Susah bangun juga. Untungnya tubuh saya tidak membengkak. Sampai detik ini berat saya hanya 59kg. Naik 8kg dibandingkan sebelum menikah yang berada di 51kg. Untungnya saya tidak naik sampai puluhan kg untuk kehamilan ini. Tak terbayangkan jika badan saya ikut membengkak. Melebihi perut saya yang semakin bengkak. Sekarang usianya sudah lebih dari 35 minggu 4 hari. Sekitar 31 hari lagi saya akan melahirkan. Jika memang perhitungan bidan puskesmas tidak meleset.

Berarti 14 April lahiran. Kalaupun hitungan dokter kandungan yang benar, berati Mei saya akan menjadi ibu. Ya paling lambat bulan Mei nanti saya sudah menjadi seorang ibu dan suami saya akan menjadi seorang ayah. Tentunya tak sabar melihat wajah bayi mungil yang sekarang ada di dalam kandungan. Apalagi mengingat dia menendang dan bergerak di dalam. Suatu hari ketika dia besar nanti, saya akan rindu masa-masa ini. Masa-masa saya belum bertemu dengannya tapi selalu bersama dengannya. Alangkah menyenangkannya nanti bisa bercerita padanya bagaimana keadaannya selama di dalam rahim saya.

Sekarang saya sedang berusaha melunasi hutang menulis saya di blog ini dan di blog sebelah yang juga tak kalah banyak. Mana di blog sebelah saya mewajibkan tulisan dalam bahasa Inggris lagi. Baru dua paragraf biasanya sudah bingung mau menuliskan apa lagi. Namun saya tak akan menyerah. Mengingat blog itu masih berusia dua bulan, saya harus berusaha keras mengisinya lebih banyak lagi. Setidaknya satu postingan sehari.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan