15 Maret 2015

Asrama Sambas Muare Ulakan


Di Pontianak, mahasiswi yang berasal dari Kabupaten Sambas bisa mendaftar di Asrama Muare Ulakan yang terletak di Jalan Sepakat 2. Tak jauh dari rumah susun mahasiswa Untan. Tapi yang namanya asrama tentunya peraturannya berbeda dengan peraturan yang ada di kost mahasiswa. Jauh lebih ketat sih yang saya dengar. Saya sendiri belum pernah tinggal di asrama karena untuk masuk asrama mahasiswi Sambas ini bukan hal yang mudah. Bukan tinggal daftar dan langsung diterima. Kalau nggak salah mereka menerapkan seleksi segala. Daripada saya buang waktu buat seleksi dan belum tentu bisa masuk asrama tersebut saya pikir jauh lebih baik saya tinggal di kost putri terdekat saja.

Biaya di asrama mahasiswi Sambas jauh lebih rendah dibandingkan biaya sewa kamar kost. Waktu angkatan saya dulu masuk asrama kalau nggak salah mereka hanya membayar 5.000/bulannya. Itu untuk air dan listrik. Beda dengan kost. Saya setiap tahunnya menghabiskan lebih dari 1juta rupiah untuk satu kamar. Bahkan sekarang rata-rata sudah di atas 2juta untuk satu kamar kost yang letaknya masih tak begitu jauh dari kampus. Bahkan untuk kamar kost yang fasilitasnya lebih lengkap bisa lebih mahal lagi. Intinya ada rupa ada hargalah ya?

Selain asrama khusus untuk mahasiswi dari Kabupaten Sambas masih banyak sih asrama anak daerah lainnya. Seperti Kapuas Hulu, Sanggau, Ketapang, dan lain-lain. Untuk asrama lainnya sih saya kurang tahu bagaimana sistem penerimaannya dan bayaran air listriknya. Cuma yang namanya asrama tentu akan lebih terjangkau dibandingkan harus bayar sewa kost. Itu sebabnya di Pontianak, membuka usaha kamar kost adalah sesuatu yang cukup menjanjikan. Mengingat banyak sekali mahasiswa yang berasal dari daerah yang butuh tempat tinggal selama menjalani pendidikan di sini. Belum lagi jumlah kuota yang dibuka juga bertambah. Sehingga akan lebih banyak mahasiswa yang diterima di berbagai kampus di Pontianak.

Sekarang juga banyak orang tua yang menyadari pentingnya memberikan pendidikan setinggi-tingginya untuk anaknya. Saya sendiri sih dulu hampir tidak kuliah karena Umak takut biayanya terlalu mahal. Untungnya di Untan waktu itu masih ada subsidi dari pemerintah dan saya bisa hidup hemat setiap harinya untuk urusan perut. Belum lagi saya berusaha keras untuk menambah uang jajan dengan membantu mengerjakan tugas teman-teman di kampus. Sekarang juga saya masih menjalani usaha-usaha yang dulu saya jalankan. Seperti jadi bagian tukang print atau tukang foto kopi. Lumayan buat nambah uang belanja. Hehehe...

Jadi buat teman-teman yang nantinya kuliah di Pontianak dan tinggal di asrama tak ada salahnya mencari celah untuk mendapatkan penghasilan. Tak perlu bekerja paruh waktu kok. Banyak bisnis modal kecil yang bisa dijalankan. Misalnya jual pulsa, tukang print, atau tukang foto kopi juga sudah cukup lumayan kok buat tambahan.

@honeylizious

Followers