11 Maret 2015

Another Weakness


Ternyata setelah kehamilan semakin membesar saya sadar satu hal bahwa kelemahan saya sekarang bertambah satu. Saya keteteran ngeblog sekarang bukan karena saya kehabisan ide atau lapar. Tapi karena mengantuk. Saat hamil entah berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk memejamkan mata. Semakin ke sini semakin mengantuk. Memang sih Sabtu Minggu saya tidak perlu ke kampus untuk kuliah dan bisa saya habiskan lebih banyak waktu untuk membayar kekurangan tulisan yang ada di blog ini. Namun duduk di depan komputer dalam posisi yang lama membuat kaki saya bengkak. Padahal selama hamil ini kaki bengkak bukanlah sesuatu yang saya alami. Setiap kali bidan memeriksa kaki saya, memang tak ada pembengkakan di sana.

Bukannya saya mengeluh soal bayi ini sih. Saya senang bisa mengandung dirinya. Tapi fisik saya yang mudah tidur siang sampai sore ini bahkan malah harinya tidur lagi walaupun tidak nyenyak membuat saya merasa hari-hari saya tidak produktif. Padahal saya ingin sekali menyelesaikan utang tulisan di blog dan mengisi blog sebelah dengan lebih banyak bahasa Inggris. Rasanya bahasa Inggris saya agak mandek akhir-akhir ini. Oiya saya juga mudah lupa pada banyak hal. Saat menuliskan ini saya sendiri bahkan mencoba mengingat-ingat apa saja yang sudah saya lupakan dan merupakan hal yang penting banget untuk dilakukan.

Padahal dulu saya tak bisa menulis hanya karena saya lapar. Ide akan menghilang saat perut keroncongan. Sekarang, bantal lebih menggoda dibandingkan banyak hal di dunia ini. Bahkan rasanya saya bisa tidur sebanyak yang saya inginkan hanya dengan melihat bantal. Di kampus juga saya mudah sekali menguap. Harapannya sih semoga dosen tak ada yang tersinggung dengan mulut saya yang menganga karena mengantuk. Biasanya saat datang ke kampus, muka saya sudah kelihatan banget capeknya. Maklum malam hari saya memang tidurnya tidak nyenyak. Setiap ada gerakan yang cukup keras dari sang bayi, saya akan terbangun. Saya bahkan pernah bermimpi bisa merasakan telapak kaki sang bayi dari luar perut saya, kemudian saya terbangun dan menyadari bahwa itu hanyalah mimpi.

Banyak hal baru yang sekarang saya rasakan sebagai calon ibu yang sebentar lagi akan melahirkan. Ketakutan akan sobekan di bagian kewanitaan bukanlah hal yang begitu menakutkan. Saya lebih takut dioperasi dibandingkan melahirkan normal. Walaupun melahirkan normal tentunya butuh usaha yang cukup keras untuk dijalani. Namun memang itulah tugas seorang ibu bukan?

Related Posts

Another Weakness
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.