Langsung ke konten utama

Selamat Tahun Baru Imlek: Tahun Kambing

Tahun baru imlek datang lagi. Dapat dipastikan tengah malam tadi di berbagai belahan dunia dipenuhi oleh asap mercon dan kembang api. Pasti sangat meriah bunyinya ya? Saya sendiri nyenyak tertidur dengan earphone terpasang di telinga. Hanya earphone tak ada suara lagu atau apa. Untungnya tinggalnya bukan seperti di Jawai yang semua rumah di kiri kanan dan depan belakang rumah etnis Tionghoa. Kalau tidak dapat dipastikan bunyi dentuman mercon yang seperti bom akan membuat saya kesulitan untuk tidur nyenyak.

Imlek memang identik dengan kembang api dan mercon. Namun sekencang-kencangnya suara mercon masih kencang lagi suara meriam karbit saat lebaran. Itu juga sangat menakutkan. Bisa pucat saya dibuatnya. Satu hal yang paling saya rindukan saat imlek adalah kue keranjang yang manis dan harum. Saya suka sekali kue keranjang yang sudah mengeras dan tak lengket saat dimakan. Apalagi kalau digoreng dengan balutan telur kocok. Ah enak sekali. Gurih dan harum telur di luar lalu manis di bagian dalamnya.

Buat yang suka kue keranjang yang lembut bisa mengukus kuenya kembali saat sudah mengeras. Tahun ini tahun Kambing. Berarti usia adik sepupu perempuan saya yang paling besar sudah 24 tahun. Padahal dulu rasanya dia masih kecil sekali. Sekarang sama dewasanya dengan saya. Sebentar lagi pun dia akan berulang tahun di tahun Masehi.

Kangen dengan Jawai kalau imlek begini. Teman-teman sekolah saya dulu pasti semuanya ada di sana. Ah merayakan imlek bersama mereka pasti sangat menyenangkan. Apalagi kalau berkumpul dengan geng jaman SMP dulu. Sudah lama sekali sejak terakhir kali kami berkumpul di tahun baru imlek. Berkeliling ke rumah teman-teman yang lain bersama-sama. Apalagi ada teman-teman yang sudah punya anak juga.

Saatnya untuk berbagi cerita selama kami tak bertemu. Seandainya bisa pulang. Sayangnya kehamilan saya sudah semakin besar. Tak mungkin rasanya bepergian terlampau jauh. Apalagi untuk ke Jawai harus naik terlalu banyak kendaraan umum. Terutama motor air. Suami pasti tak mengizinkan.

Di Pontianak sendiri ada sih tetangga yang bisa dikunjungi. Jadi tetap bisa merasakan kue-kue khas tahun baru walaupun orang yang saya rindukan tak bisa saya temui. Ingin sekali mengulang masa lalu. Bercerita bersama mereka lagi. Padahal dulu saya benar-benar ingin cepat besar dan tak tahu dunia dewasa itu seperti apa.

Sekarang saya sudah dewasa, demikian pula dengan mereka. Beragam masalah dalam kehidupan sudah menjadi bagian hidup kami. Beda dengan dulu. Tak banyak yang harus dipikirkan. Bisa tidur dengan nyenyak setiap hari tanpa banyak berpikir soal apa yang akan terjadi esok hari.

Tahun Kambing ini semoga menjadi awal tahun yang baik buat kita semua ya. Happy Lunar New Year everyone!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma