Langsung ke konten utama

Mie Tiaw Apollo Rebus Bungkus!

Kalau teman-teman adalah orang dengan porsi makan yang besar sebenarnya satu porsi Mie Tiaw Apollo Rebus ukuran normal sudah cukup mengenyangkan. Belum cukup? Beli bungkus saja. Sebab porsi makan di tempat dan bawa pulang berbeda. Saya sendiri membeli satu bungkus saja sudah bisa untuk makan berdua dan kekenyangan. Padahal biasanya saya makan satu porsi sendiri di warungnya.

Memang porsi mie tiawnya berbeda dengan yang di warung kalau kita bawa pulang. Sepertinya ada bonus kalau beli bukan makan di tempat. Oiya beberapa waktu lalu semangkuk Mie Tiaw Rebus di Apollo masih 23.000IDR. Sekarang sudah naik, genap menjadi 25.000IDR. Harga bawa pulang dan makan di tempat sama aja sih. Tapi jangan harap bisa kebagian meja kosong menjelang malam. Mulai pukul 8 ke atas, meja terisi penuh. Susah sekali mendapatkan meja yang masih kosong.

Sebaiknya beli bawa pulang saja kalau sudah seperti itu. Menunggu tibanya meja kosong sangat sulit. Sebab nantinya menunggu pesanan pelanggan yang sedang menggunakan meja. Lalu menunggu mereka selesai makan. Urungkan niat untuk menunggu lebih lama. Apalagi biasanya pelayan sendiri sudah sangat kebingungan memenuhi pesanan yang makan di sana. Beda ceritanya saat kita berdiri di kasir dan memesan untuk dibawa pulang.Kita bisa langsung bicara dengan kokinya apa pesanan kita. Menunggu sambil memperhatikan tentunya akan lebih cepat dilayani dibandingkan memesan dengan pelayan dan menunggu di kursi.


Sekarang tentunya lagi pelanggan Mie Tiaw Apollo yang merayakan imlek di Pontianak akan menyempatkan diri untuk singgah dan menghilangkan kerinduan terhadap makanan yang satu ini. Sebab cita rasanya yang khas. Itu yang membuat warungnya sedemikian penuh tadi. Jadi harap maklum saja kalau sulit menemukan meja kosong di sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan