Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (9)

Pelupa. Ini penyakit yang semakin menjadi-jadi yang saya derita selama kehamilan. Selain betapa susahnya tidur malam. Lalu balas dendamnya siang hari dengan tidur sepuasnya. Sekarang sih untungnya sedang libur kuliah. Jadi tak seberapa masalah. Tak kebayang nanti Maret kuliah sudah dimulai seperti biasa. Mudah-mudahan bisa tidur lebih awal dan bangun lebih pagi. Kemudian penyakit pelupanya tak bertambah parah. Soalnya semester dua harus lebih banyak yang diingat biar bahasa Inggrisnya lancar.


Paling parah sih pelupanya itu pas jadwal siaran. Saya benar-benar melupakan ada jadwal siaran hari itu. Padahal tubuh saya sepertinya ingat. Bangun lebih pagi. Mandi lebih awal. Tapi otaknya yang tak nyambung dengan jadwal. Jadinya saya bersantai saja di rumah tanpa bersiap-siap ke studio untuk siaran di Radio Volare.

Ngomong-ngomong soal Radio Volare, bentar lagi ulang tahun yang ke-42. Tepatnya bulan ini ulang tahunnya. Biasanya sih ada yang istimewa. Tapi belum tahu apa yang akan disiapkan teman-teman untuk ulang tahun Radio Volare. Soalnya saya sendiri sekarang malah sedang mempersiapkan diri untuk mengambil cuti beberapa bulan soalnya bulan depan kehamilan sudah masuk bulan ke-8.

Sudah saatnya untuk beristirahat lebih banyak supaya kehamilannya jadi lebih sehat dan fisik saya nggak terlalu lelah. Apalagi studio Radio Volare letaknya di lantai atas. Tentunya membahayakan turun naik tangga untuk ibu hamil seperti saya mengingat saya sering terpleset di tangga studio sebelumnya. Kemarin aja saya sedikit oleng di tangga tapi tak sampai jatuh sih.

Kaget sekali waktu itu. Padahal saya sudah pelan-pelan naiknya.

Semoga aja tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan sampai hari kelahiran itu tiba.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan