5 Februari 2015

Butterfly In My Tummy (5)

Harus saya katakan bahwa saya memang sekarang lebih sulit tidur awal karena semua tendangan dari dalam perut dan perubahan hormon. Padahal saya sendiri juga memang suka begadang. Sekarang begadang plus tertendang. Jadi dua kali lipat lebih sulit tidur awal. Suami akan senang sekali jika melihat saya langsung tidur ketika masuk kamar. Semakin besar kandungan ini saya semakin sering buang air dan semakin sulit tidur lebih awal.

Padahal saya ingin sekali bisa tidur lebih awal dan bermimpi yang indah. Sayangnya memang beginilah keadaan saya selama kehamilan. Selain kesulitan buang air besar. Konstipasi istilah kerennya. Kurang lebih kayak sembelit sih. Mana saya memang suka terganggu pencernaannya dan mudah sekali untuk sembelit. Ditambah bawaan hamil, makin sulit buang airnya dua kali lipat deh. Makanya saya kadang bersyukur kalau terkena mencret dan buang air dengan lancarnya tanpa perlu berlama-lama di toilet.

Namun, semua itu tak ada apa-apanya dibandingkan perasaan sebentar lagi saya akan menjadi ibu. Untuk pertama kalinya saya merasa bahwa inilah jatuh cinta yang sebenarnya. Seakan-akan seisi dunia ini tak ada apa-apanya dibandingkan dengan bayi yang akan saya keluarkan dari rahim ini. Betapa saya ingin memeluknya setiap saat ketika dia lahir nantinya.

Kadang saya suka gemas kalau bayi ini bergerak sangat lincah dan agak membuat saya ngilu. Ingin segera menimangnya dan membacakan banyak cerita untuknya. Walaupun tanggal kelahirannya masih cukup membingungkan. Pertama kali USG perhitungan dokter bayinya akan lahir 4 Juni 2015. USG kedua kalinya maju menjadi 28 Mei 2015. USG yang ketiga katanya prakiraan lahiran 11 Mei 2015. Bidan di puskesmas punya penghitungan berbeda yaitu 14 April 2015.

Semoga saja lahirnya mudah, bayi sehat, dan bukan saat saya lagi di kampus. Itu aja harapannya.

@honeylizious

Followers