Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (5)

Harus saya katakan bahwa saya memang sekarang lebih sulit tidur awal karena semua tendangan dari dalam perut dan perubahan hormon. Padahal saya sendiri juga memang suka begadang. Sekarang begadang plus tertendang. Jadi dua kali lipat lebih sulit tidur awal. Suami akan senang sekali jika melihat saya langsung tidur ketika masuk kamar. Semakin besar kandungan ini saya semakin sering buang air dan semakin sulit tidur lebih awal.

Padahal saya ingin sekali bisa tidur lebih awal dan bermimpi yang indah. Sayangnya memang beginilah keadaan saya selama kehamilan. Selain kesulitan buang air besar. Konstipasi istilah kerennya. Kurang lebih kayak sembelit sih. Mana saya memang suka terganggu pencernaannya dan mudah sekali untuk sembelit. Ditambah bawaan hamil, makin sulit buang airnya dua kali lipat deh. Makanya saya kadang bersyukur kalau terkena mencret dan buang air dengan lancarnya tanpa perlu berlama-lama di toilet.

Namun, semua itu tak ada apa-apanya dibandingkan perasaan sebentar lagi saya akan menjadi ibu. Untuk pertama kalinya saya merasa bahwa inilah jatuh cinta yang sebenarnya. Seakan-akan seisi dunia ini tak ada apa-apanya dibandingkan dengan bayi yang akan saya keluarkan dari rahim ini. Betapa saya ingin memeluknya setiap saat ketika dia lahir nantinya.

Kadang saya suka gemas kalau bayi ini bergerak sangat lincah dan agak membuat saya ngilu. Ingin segera menimangnya dan membacakan banyak cerita untuknya. Walaupun tanggal kelahirannya masih cukup membingungkan. Pertama kali USG perhitungan dokter bayinya akan lahir 4 Juni 2015. USG kedua kalinya maju menjadi 28 Mei 2015. USG yang ketiga katanya prakiraan lahiran 11 Mei 2015. Bidan di puskesmas punya penghitungan berbeda yaitu 14 April 2015.

Semoga saja lahirnya mudah, bayi sehat, dan bukan saat saya lagi di kampus. Itu aja harapannya.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan