Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (4)

Orang-orang yang tak saya suka saat hamil? Ada beberapa orang yang memang membuat saya kurang nyaman. Suaranya membuat saya pusing. Itu sebabnya ada beberapa orang yang saya cuekin selama hamil ini. Alasan pertama sih karena mereka terlalu banyak bicara dan kepala saya pusing jadinya. Biasanya tidak demikian. Untungnya di kelas ABA tak ada perempuan yang membuat kepala saya pusing dengan terlalu banyak bicara.

Kalau bicaranya penting sih biasanya nggak memusingkan. Tapi memang ada orang-orang yang hobi membicarakan sesuatu berulang-ulang. Tak penting pula buat hidup saya. Itu yang membuat kepala saya berdenyut seketika. Makanya saya menikmati sekali berada di dalam kamar sendirian. Lebih baik mendengarkan bacaan Al-Quran deh kalau menurut saya. Menenangkan.

Mungkin anak saya memang tidak suka mendengarkan hal-hal nggak penting. Jadi selama kehamilan ini saya lebih suka sendirian dibandingkan berkumpul dengan banyak orang. Beruntungnya sekarang sedang libur kuliah. Jadi tak perlu bertemu dengan banyak orang. Siaran di Radio Volare pun sendirian tak berdua lagi. Karena program yang biasa dibawakan sudah tak ada dan diganti dengan program yang baru.

Suara televisi juga kadang membuat saya pusing. Jadi ada program yang akan saya hindari saat menonton TV. Lebih baik membaca buku atau buka sosial media dibandingkan harus mendengarkan suara orang. Tak heran ada yang mengira saya membenci seseorang hanya karena saya diam saja dan tak mengajaknya berbicara seperti biasa. Memang selama hamil ini saya tak begitu ingin berinteraksi secara audio dengan orang.

Aneh ya? Bawain jabang bayinya yang memang tidak suka. Bahkan saya bisa merasakan dia menendang jika ada suara-suara asing di dekatnya dan membuat kepala saya pusing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan