Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (3)

Masih ngomongin soal kehamilan. Mumpung lagi kepengen curcol di blog. Saya pikir saya adalah satu di antara banyak perempuan hamil yang sangat beruntung di dunia ini. Selain perubahan pada tubuh yang cukup membuat ngilu, saya baik-baik saja sebenarnya. Cukup normal untuk beberapa hal. Seperti selera makan. Saya bahkan merasa selera makan saya naik berkali-kali lipat dibandingkan saat belum hamil.

Padahal yang saya lihat dari beberapa orang hamil, selain muntah-muntah, selera makan mereka menurun. Bahkan banyak yang mengidam aneh-aneh. Seperti jadi suka menjilat sabun mandi atau makan rempah-rempah mentah. Saya rasa saya juga mengalami ngidam, tapi yang normal yaitu saya hanya kepengen makan buah-buahan. Biasanya rujak sepiring sudah cukup membahagiakan. Saat belum hamil saya juga suka banget makan rujak. Apalagi saat hamil.

Itu sebabnya tak ada yang curiga kalau sebenarnya saya sudah hamil kala itu.

Pernah juga kepengen banget makan jambu lobak putih atau kepiting kecil masakan ibu saya. Tapi bukan hal yang terlalu aneh untuk diwujudkan. Tak ada ceritalah saya jadi kepengen pulang kampung dan sarapan bubur di pasar sayur seperti yang dulu suka saya lakukan. Walaupun saya kangen sih sama makanan di warung tersebut. Terutama lontong sayurnya. Sebab di Pontianak lontong sayurnya berbeda dengan lontong yang di Jawai sana.

Pernah sih muntah. Namun habis itu saya makan lagi lebih banyak. Biasanya muntah karena masuk angin. Bukan karena kehamilan, menurut saya. Sebab muntahnya tak terjadi setiap hari. Hanya terkadang muntah. Cuma yang jelas saya agak sensitif dengan beberapa bau. Dari dulu sih saya nggak begitu suka dengan bau bunga Lavender. Pas hamil makin menghindari bau semacam bunga tersebut.

Untungnya makanan yang saya suka tetap saya suka sampai sekarang sudah hamil. Terutama Durian. Padahal sebenarnya makanan ini lebih baik dihindari apalagi buat yang hamilmuda atau hamil tua. Saya sendiri beberapa kali makan Durian tapi pas kandungannya berada di usia pertengahan dan makan buah Duriannya nggak banyak sih. Soalnya suka pusing kalo kebanyakan.

Sekarang masalahnya hanya tendangan yang datang tengah malam. Menyulitkan untuk tidur nyenyak dan semuanya harus dibayar dengan tidur siang yang cukup lama supaya tidak terlalu ngantuk setiap harinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan