Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (20)



Ternyata memang saya lebih gendut dari sebelumnya. Walaupun kenaikan berat badan saya baru 5kg dari waktu pertama positif hamil. Saat itu janinnya baru berukuran 2cm. Jadi berat badan saya masih normal sekali. Berbeda dengan sekarang yang bertambah satu orang dengan kelengkapan air ketuban dan lain-lain di dalam sana. Sekarang berat badan saya total 56kg. Untuk pertama kalinya berat badan saya mendekati 60kg.

Jadi ingat waktu masih ada tumor di payudara sebelah kiri. Nutrisi yang masuk ke tubuh saya disedot semua oleh tumor tersebut sehingga tubuh saya tinggal tulang waktu itu. Dengan tinggi yang sama, tapi berat badan saya kisarannya hanya 37-38kg. Memang terlalu kurus. Seperti orang malnutrisi saja. Sampai-sampai mencari celana yang sesuai dengan ukuran pinggang saya saja susah.

Tak terbayangkan bahwa sebenarnya waktu itu ada parasit yang membuat saya tak bisa menaikkan berat badan. Kedengarannya enak. Makan apa saja tidak menjadi gemuk. Namun kalau karena penyakit kan seram juga. Dua tahun setelah operasi payudara berat tubuh saya mulai naik dan normal. Bahkan agak gendut sewaktu saya selesai PPL di MAN 1 Pontianak.

Bisa 50kg dulu bagai mimpi. Kaget, seneng, semuanya bercampur menjadi satu. Eh sekarang malah bisa mendekati 60kg. Jangan-jangan akan lebih saat janin ini sudah benar-benar siap dilahirkan ke dunia. Seseorang yang selama ini hanya bisa saya impikan. Sebab pernikahan saja rasanya jauh sekali dari pelupuk mata.

Oiya usia kandungan saya sudah lebih dari 32 minggu. Apabila tak ada halangan, April nanti saya sudah melahirkan dan menjadi seorang ibu. Mengejutkan rasanya. Merasakan tendangannya yang semakin keras saja sudah sangat menyenangkan. Apalagi bisa melihat senyumannya.


Proses mempersiapkan nama sudah selesai. Tetapi paling susah nyiapin nama untuk anak perempuan. Walaupun sebenarnya banyak sekali yang bisa digunakan sebagai nama anak perempuan. Takutnya namanya terlalu pasaran. Beda dengan menyiapkan nama laki-laki yang mudah sekali.

Entahlah...

Nama mana yang akan menjadi nama anak pertama saya. Apalagi waktu saya bertanya pada suami, dia sepertinya tidak berniat menyumbang nama buat anaknya gara-gara dia beranggapan saya sudah memborongnya semua. Ya sudahlah hehehe... Pada akhirnya nama ayah akan menjadi bin/binti anak kami kok.

Saya belum ke dokter kandungan lagi untuk mendengar dia mengubah tanggal prakiraan kelahiran. Habisnya setiap USG selalu berubah. Jadinya bingung. Kapan sebenarnya saya akan melahirkan? Jangan sampai saya mules di tempat yang tidak tepat. Apalagi kalau saat suami tak ada di sisi saya dan masih sibuk mengantar dagangannya.

Pengennya ngejambakin rambut suami kalau memang kontraksinya menyakitkan. Ah memang akan menyakitkan sih dari yang banyak saya dengar.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma