3 Februari 2015

Butterfly In My Tummy (2)

Jika orang mengatakan bahwa jatuh cinta itu seperti merasakan sebuah sensasi kegelian karena ada kupu-kupu di dalam perut kita yang beterbangan, mereka pasti belum pernah hamil. Sebab perasaan ketika seorang bayi bergerak di dalam perut kita itu jauh lebih mirip dengan kepakan sayap seekor kupu-kupu.

Eh iya, tahu hamilnya kapan saya?

Setelah beberapa bulan telat datang bulan saya baru memeriksanya. Sebelumnya memang sering telat datang bulan. Jadi saya tak begitu curiga dengan telat datang bulan kali ini. Setelah tiga bulan nggak kedatangan tamu saya mencoba menggunakan tespek. Benar saja. Ada dua garis di sana.

Namun saya tak lantas melaporkannya pada orang tua kami. Pertama tak ingin terburu-buru, takutnya ini kesalahan pada tespek. Mengingat saya sama sekali tak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti muntah, morning sickness, atau ngidam yang aneh-aneh. Rasanya masih diri saya yang normal seperti biasanya. Paling saya lebih mudah ngantuk dan tidur siang dibandingkan biasanya.

Saya banyak sekali tidur. Susah bangun juga. Bukan tanda-tanda orang yang hamil pada umumnya. Beberapa hari kemudian ke puskesmas untuk mengecek kepastiannya. Ternyata positif. Kaget. Karena tak merencanakan untuk hamil dalam waktu dekat bahkan saya sedang kuliah di ABA saat ini. Tanpa tahu saya sedang hamil.

Tiga bulan pertama waktu itu masih biasa saja. Tak banyak yang aneh rasanya. Cuma suami mulai mengambil langkah untuk mengantar jemput kuliah. Kemana-mana juga diantar. Nggak boleh pergi sendiri. Pekerjaan rumah juga tak perlu saya kerjakan. Hanya kuliah dan menulis yang masih aktif. Mencuci piring, beres-beres rumah, dan mencuci pakaian sudah suami yang mengurusnya.

Ternyata menyenangkan juga menjadi ibu hamil. Hehehe...

Saat saya menuliskan ini usia kandungan saya sudah 6bulan. Tinggal beberapa bulan lagi, saya sudah akan bertemu dengan sang bayi yang sekarang aktif menendang setiap hari. Tak peduli siang atau malam.

@honeylizious

Followers