Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (15)

Selama kehamilan rasanya saya selalu merasa lapar. Lapar yang tak tertahankan dan tak kenal jam. Kadang bahkan tengah malam saya merasa perut saya berbunyi minta diisi. Padahal tubuh saya nggak gemuk selama hamil. Hanya perut yang membuncit dari hari ke hari. Seperti balon yang terus ditiup. Dari banyak cemilan sebenarnya saya paling suka cemilan yang berupa kacang-kacangan. Kacang apa saja saya suka. Kacang hijau, kacang kedelai, kacang kulit, sampai kacang koro.

Paling suka sih kacang koro buat ngemil. Selain karena kacangnya agak keras, jadi saya agak lama mengunyahnya, rasa asinnya itu bikin ketagihan. Memang tak begitu mengenyangkan tapi kacang memang enak sekali. Sebelum hamil pun saya sudah suka sekali dengan kacang. Kedua orang tua saya juga suka. Saudara-saudara saya juga suka sekali dengan kacang. Sudah keturunan kali ya hobi makan kacang. Sama seperti hobi membaca.

Harga kacang koro adalah yang paling terjangkau dari banyak kacang yang saya makan. Sekilonya hanya 25.000IDR. Padahal satu kilo isinya banyak sekali kalo kacang koro. Terus kalau makan kacang koro gampang bikin haus jadi saya akan minum habis makan kacang tersebut. Lumayan buat memperlancar pencernaan. Sebab dianjurkan minum putih air sampai 2 liter/hari.

Jangan sampai ambeien kambuh saat akan melahirkan. Nambah masalah baru nanti. Iya saya dulu pernah tuh ambeien parah. Umak langsung membuatkan tomat yang digoreng dengan minyak sampai tomatnya hancur. Lalu minyaknya dioleskan ke bagian yang terkena ambeien. Alhamdulillah sembuh. Nah kabarnya kalo nanti mengejan terlalu kencang waktu melahirkan bisa bikin ambeien kambuh lagi.

Rencana kan memang melahirkan secara normal. Jadi harus memperhatikan kemungkinan terburuk sehabis melahirkan. Semoga aja nggak kena ambeien lagi. Cukup menyiksa dan menyakitkan saat dibawa duduk.

Rencana lainnya habis melahirkan saya nggak pengen KB dulu. Mumpung masih belum 30tahun. Tak ada salahnya hamil untuk kedua kalinya dan memberi anak pertama saya adik. Hehehe...

Padahal hamil pertama aja rasanya sudah makan tenaga, apalagi hamil kedua ya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan