Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (14)

Enaknya hamil itu dapat perhatian penuh dari suami. Tapi rasa sakit saat menggerakkan kaki kanan memang semakin menyiksa. Susah berjalan jadinya. Ada baiknya memang ke dukun urut beranak. Kalau di daerah Siantan, memang banyak orang yang bisa mengurut orang yang sedang hamil. Sebenarnya yang saya takutkan adalah dia mengurut perut saya karena waktu cek terakhir posisinya sunsang. Memang sih diurut bisa mengubah posisi bayi dalam kandungan. Namun kok rasanya sedikit menakutkan ya? Apalagi sekarang baru masuk 7bulan. Masih beberapa minggu baru melahirkan.


Jadi posisi bayinya masih bisa berubah ke posisi yang benar. Entah nantinya rasa sakit ini bisa hilang atau tidak ya kalau diurut. Banyak yang menyarankan sih memang diurut. Tapi dokternya bilang bukan masalah yang besar sebab namanya orang hamil memang ada bagian tubuh yang berubah posisinya. Bahkan sampai posisi tulang pun bisa bergeser karena ada bayi di dalam kandungan.

Disarankan untuk tidak terlalu sering mengendarai sepeda motor walaupun dibonceng suami. Untungnya sekarang masih libur kuliah. Jadi saya jarang sekali mengendarai sepeda motor. Bulan depan baru masuk kembali dan kuliah seperti biasa. Naik turun tangga lagi seperti biasa di kampus karena kelas saya di lantai atas. Masih kelas yang sama.

Ngomong-ngomong soal kuliah, saya kecewa dengan nilai saya yang masih ada 1 mata kuliah dapat nilai B. Padahal harapan saya dapat nilai sempurna. IPK 4. Tapi tetap harus disyukuri sih karena masih dapat 3.87. Selama ini kuliah tak pernah dapat IPK setinggi itu. Di FKIP Untan memang tak semudah itu mendapatkan nilai bagus. Entah karena kemampuan bahasa Indonesia saya yang kurang waktu kuliah di FKIP Bahasa Indonesia.

Semester berikutnya ada mata kuliah yang cukup menarik. Bahasa Jerman. Mata kuliah bahasa asing ini sebenarnya ada 3 pilihan. Jepang, Jerman, dan Mandarin. Namun karena saya tak pernah belajar bahasa Jerman sebelumnya saya rasa ini jauh lebih menarik untuk dipelajari dibandingkan bahasa Jepang atau Mandarin.

Kemudian prakiraan lahiran yang masih agak membingungkan. Entah kapan sebenarnya waktu lahiran yang benar. Semoga saja tidak membuat saya ketinggalan terlalu banyak mata kuliah. Setidaknya jangan sampai mulas ingin melahirkan di kampus. Sekarang sih perutnya sudah sangat buncit. Semoga perhitungan bidan puskesmas yang benar dan bisa melahirkan April ini. Jauh sebelum ujian akhir.

Dari beberapa artikel yang saya baca, bayinya sekarang sudah bisa mengerjap-ngerjapkan matanya di dalam. Sudah mulai tumbuh rambut juga. Katanya kalau bayi tumbuh rambut akan membuat perut gatal dan kalau digaruk menimbulkan selulit. Tapi saya kok nggak percaya ya? Selulit bukannya timbul karena perut yang terlalu buncit jadi kulit kesannya pecah gitu ya? Atau sebaliknya karena awalnya buncit kemudian tiba-tiba kempes sehabis melahirkan. Jadi menyisakan selulit. Entahlah, saya tak yakin tentang hal tersebut.

Perut saya sih belom terasa gatal sampai harus sibuk menggaruknya. Tapi ada bercak putih seperti panu di perut saya yang muncul dan tidak bisa hilang sampai sekarang. Kata bidan sih tak masalah ada bercak seperti itu apalagi bercak putih tersebut tidak menimbulkan gangguan yang berarti.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan