13 Februari 2015

Butterfly In My Tummy (14)

Enaknya hamil itu dapat perhatian penuh dari suami. Tapi rasa sakit saat menggerakkan kaki kanan memang semakin menyiksa. Susah berjalan jadinya. Ada baiknya memang ke dukun urut beranak. Kalau di daerah Siantan, memang banyak orang yang bisa mengurut orang yang sedang hamil. Sebenarnya yang saya takutkan adalah dia mengurut perut saya karena waktu cek terakhir posisinya sunsang. Memang sih diurut bisa mengubah posisi bayi dalam kandungan. Namun kok rasanya sedikit menakutkan ya? Apalagi sekarang baru masuk 7bulan. Masih beberapa minggu baru melahirkan.


Jadi posisi bayinya masih bisa berubah ke posisi yang benar. Entah nantinya rasa sakit ini bisa hilang atau tidak ya kalau diurut. Banyak yang menyarankan sih memang diurut. Tapi dokternya bilang bukan masalah yang besar sebab namanya orang hamil memang ada bagian tubuh yang berubah posisinya. Bahkan sampai posisi tulang pun bisa bergeser karena ada bayi di dalam kandungan.

Disarankan untuk tidak terlalu sering mengendarai sepeda motor walaupun dibonceng suami. Untungnya sekarang masih libur kuliah. Jadi saya jarang sekali mengendarai sepeda motor. Bulan depan baru masuk kembali dan kuliah seperti biasa. Naik turun tangga lagi seperti biasa di kampus karena kelas saya di lantai atas. Masih kelas yang sama.

Ngomong-ngomong soal kuliah, saya kecewa dengan nilai saya yang masih ada 1 mata kuliah dapat nilai B. Padahal harapan saya dapat nilai sempurna. IPK 4. Tapi tetap harus disyukuri sih karena masih dapat 3.87. Selama ini kuliah tak pernah dapat IPK setinggi itu. Di FKIP Untan memang tak semudah itu mendapatkan nilai bagus. Entah karena kemampuan bahasa Indonesia saya yang kurang waktu kuliah di FKIP Bahasa Indonesia.

Semester berikutnya ada mata kuliah yang cukup menarik. Bahasa Jerman. Mata kuliah bahasa asing ini sebenarnya ada 3 pilihan. Jepang, Jerman, dan Mandarin. Namun karena saya tak pernah belajar bahasa Jerman sebelumnya saya rasa ini jauh lebih menarik untuk dipelajari dibandingkan bahasa Jepang atau Mandarin.

Kemudian prakiraan lahiran yang masih agak membingungkan. Entah kapan sebenarnya waktu lahiran yang benar. Semoga saja tidak membuat saya ketinggalan terlalu banyak mata kuliah. Setidaknya jangan sampai mulas ingin melahirkan di kampus. Sekarang sih perutnya sudah sangat buncit. Semoga perhitungan bidan puskesmas yang benar dan bisa melahirkan April ini. Jauh sebelum ujian akhir.

Dari beberapa artikel yang saya baca, bayinya sekarang sudah bisa mengerjap-ngerjapkan matanya di dalam. Sudah mulai tumbuh rambut juga. Katanya kalau bayi tumbuh rambut akan membuat perut gatal dan kalau digaruk menimbulkan selulit. Tapi saya kok nggak percaya ya? Selulit bukannya timbul karena perut yang terlalu buncit jadi kulit kesannya pecah gitu ya? Atau sebaliknya karena awalnya buncit kemudian tiba-tiba kempes sehabis melahirkan. Jadi menyisakan selulit. Entahlah, saya tak yakin tentang hal tersebut.

Perut saya sih belom terasa gatal sampai harus sibuk menggaruknya. Tapi ada bercak putih seperti panu di perut saya yang muncul dan tidak bisa hilang sampai sekarang. Kata bidan sih tak masalah ada bercak seperti itu apalagi bercak putih tersebut tidak menimbulkan gangguan yang berarti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers