Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (12)

Satu hal yang ingin sekali saya sampaikan pada janin yang saya kandung ini bahwa dia punya banyak sekali orang baik di sekitarnya. Terutama dua neneknya. Nenek (ibu mertua saya) dan juga Nini-nya (Umak saya). Mereka adalah perempuan-perempuan tangguh yang membuat kedua orang tuanya menjadi seperti sekarang ini. Kamu nak, tak akan menemukan nenek sebaik mereka di dunia ini.

Di keluarga saya sendiri, janin ini akan menjadi cucu dan cicit pertama. Berbanding terbalik di keluarga suami. Sudah banyak cucu dan cicit di sini. Bahkan dapat dikatakan bahwa anak saya akan menjadi angkatan cucu dan cicit bungsu.

Sebentar lagi acara nujuh bulanan kandungan saya yang sebenarnya cukup membingungkan hitungannya. Sebab hitungan bidan dan dokter kandungan berbeda. Apalagi prakiraan lahirannya yang selalu bergeser. Satu hal yang jelas, bagian-bagian tubuh bawah saya juga sudah banyak yang bergeser terutama di bagian kanan. Sepertinya memang bayinya senang sekali berada di sebelah kanan. Jadi kaki kanan saya suka ngilu kalau digerakkan. Perut kanan juga lebih sering dihuni si jabang bayi.

Cincin kawin yang saya kenakan masih muat sih sebenarnya tapi apakah harus dilepas saja? Khawatir nanti tak bisa dilepas ketika sudah mendekati masa-masa lahiran. Padahal cincinnya sudah dinaikkan beberapa angka dari ukuran jari saya yang sebenarnya.

Bulan ini dua keluarga kami akan berkumpul lagi untuk acara nujuh bulanan. Setelah pertemuan besar pernikahan tahun 2013 lalu. Sedemikian cepat waktu berlalu. Beberapa bulan lagi kami genap 2tahun menikah. Usia pun tak lagi muda. Kehadiran bayi ini tentu akan menjadi penyemangat kami berdua. Mengikat segalanya lebih erat lagi.

Dulu, waktu awal-awal ngeblog saya suka menulis surat pada calon anak saya nanti. Tanpa tahu bahwa saya akan mengandungnya sekarang. Ternyata beda sekali rasanya. Bukan seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Perasaan saya lebih bercampur aduk. Banyak hal yang sulit untuk digambarkan. Kadang saya menangis karena bahagia memiliki suami dan janin yang saya kandung ini. Betapa beruntungnya saya dibandingkan banyak orang di luar sana.

Jangankan untuk punya anak. Banyak pula orang yang masih kesulitan menemukan jodoh yang tepat untuk dirinya. Berkutat dengan pertanyaan 'kapan aku nikah?'. Saya juga pernah punya pertanyaan itu beberapa tahun lalu. Padahal inginnya menikah saat usia di bawah 25 tahun. Namun pada akhirnya saya menikah usia 27 tahun.

Sedikit terlambat dari target. Tapi harus tetap disyukuri karena suami yang saya dapatkan jauh lebih baik dari yang saya bayangkan. Terlalu baik rasanya dari yang saya harapkan. Kadang saya sedih melihat wajah suami. Sedih karena dia telah menjadi suami yang baik berbeda dengan saya yang rasanya belum benar-benar menjadi istri sepenuhnya. Bagian terbaik lainnya adalah dia tetap sabar menghadapi saya.

Apalagi saat mengandung seperti ini. Segala permintaan saya yang saya tahu betul sedikit menyusahkannya. Tak kenal waktu kalau sudah dilanda lapar atau susah tidur kala malam hari.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan