Langsung ke konten utama

Butterfly In My Tummy (10)

Masih cerita-cerita soal janin yang belum lahir juga nih. Maklum belom genap 9bulan. Menurut bidan akan lahir nanti bulan April, kalo dokter kandungan sendiri prakiraannya berubah dari 4 Juni, ke 28 Mei, dan sekarang katanya 11 Mei. Memang masih belum jelas juga kapan akan benar-benar melahirkan. Satu hal yang jelas, bayinya semakin lincah setiap hari. Bahkan saat malam hari pun bayinya bergeraknya dengan cepat di dalam perut ini.

Walaupun bayinya masih butuh waktu yang cukup lama untuk lahir, soal nama sebenarnya sudah dipersiapkan dua. Satu untuk anak perempuan dan satu lagi untuk anak laki-laki. Saya sih menyiapkan sendiri. Habisnya suami tenang-tenang aja nggak nyiapin nama. Katanya sih karena sudah saya borong semua. Hahaha...

Kadang kalau sudah mau tidur saya suka gemes sama adek bayi yang dalam perut ini. Sudah kepengen menggendongnya langsung. Menyusukannya dan meninabobokannya. Sekarang hanya merasakan sundulannya atau tendangannya. Betapa ajaibnya kuasa Allah, bisa menciptakan rahim dengan segala kemampuannya menampung bayi di dalamnya.

Oiya, soal ASI saya selalu yakin akan punya banyak sekali ASI buat bayi saya dan menyusukannya paling enggak sampai usianya 2 tahun. Kalaupun sudah lebih dua tahun masih menyusu tak mengapa. Selama dia suka dan masih butuh tetap akan saya berikan. Kecuali sudah usia sekolah. Tentu harus dihentikan. Hehehe...

Di keluarga saya sendiri rata-rata menyusukan anak sampai usia 2 tahun bahkan lebih. Adik saya tiga-tiganya menyusu sampai usia lebih dari 2 tahun. Susu formula tak ada yang digunakan untuk mengganti ASI saat di bawah usia 6 bulan. Apalagi dari beberapa informasi yang saya baca, anak usia bawah 6 bulan memang belum saatnya minum susu formula. Kasihan juga sama bayi yang harus minum susu formula di usia yang terlalu dini.

Ternyata hobi makan kacang dan sayur sangat baik buat produksi ASI. Saya suka sekali makan makanan yang terbuat dari kacang dan sayuran hampir semuanya saya makan. Jadi yakin bangetlah dengan produksi ASI saya nantinya.

Permasalahan hanya soal pencernaan. Susah BAB alias konstipasi. Jadi saya makan banyak buah yang mengandung serat dan vitamin C biar pencernaannya lancar. Saya juga suka minum sirup senkit khas Pontianak supaya bisa buang air setiap hari. Soalnya kadang masih susah banget mengatur pembuangan setiap harinya. Apalagi saya kurang suka makan buah pepaya. Padahal buah pepaya bagus banget buat melancarkan pencernaan.

Bentuk tubuh saya sekarang berubah banget. Pinggul membesar. Perut jangan ditanya. Payudara juga. Tapi berat badan yang awalnya sekitar 50-51kg, sekarang baru naik 4kg menjadi 55kg. Termasuk ibu hamil yang kurus padahal perutnya buncitnya sudah seperti orang hamil 9 bulan. Beda jauh dengan senior di kampus yang hamil lebih dulu. Perutnya lebih kecil dari perut saya.

Berharapnya saya mengandung anak kembar sebenarnya. Tapi pas di-USG ternyata bukan bayi kembar. Di keluarga saya sih memang tak ada yang melahirkan anak kembar. Walaupun begitu masih ada kemungkinan melahirkan anak kembar sih buat siapa pun yang punya sejarah anak kembar atau tidak di keluarganya.

Walaupun bukan anak kembar tentunya memiliki keturunan adalah sesuatu hal yang sangat indah. Bisa membelai perut yang kian hari kian membesar. Kalau saya berbaring lurus saya hanya bisa melihat ujung kaki saya. Bagian lain sudah tertutup oleh perut.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan