2 Februari 2015

Butterfly In My Tummy (1)

Awalnya saya sangat takut untuk hamil. Tepatnya belum siap untuk benar-benar mengandung. Apalagi mengingat sedemikian banyaknya orang yang menceritakan bahwa mengandung itu bukan hal yang mudah, belum lagi mengingat bagaimana sakitnya melahirkan bayi tersebut dari rahim kita. Berapa banyak bagian yang sobek. Saraf yang putus. Tulang yang bergeser dan banyak lagi.

Menakutkan!

Makanya ketika beberapa bulan pertama menikah saya cukup senang saya belum berisi. Walaupun cukup menyebalkan pertanyaan banyak orang mengenai 'kapan hamil?'. Kepo banget orang di dunia ini ya? Padahal ibu saya sendiri nggak pernah bertanya kapan saya ingin hamil atau menyarankan meminum sesuatu biar cepat hamil.

Apalagi masih banyak hal yang ingin saya kejar di dunia ini yang saya pikir tidak melibatkan seorang bayi di dalamnya. Terlepas dari takutnya saya untuk hamil dan melahirkan sebenarnya. Banyak orang sih kepengennya menikah langsung isi. Cepat-cepat punya anak seakan menjadi harga mati yang harus mereka bayar setelah pernikahan.

Hidup sebenarnya bukan masalah siapa duluan selesai kuliah. Bukan soal siapa yang duluan menikah. Apalagi tentang siapa yang duluan mengandung dan punya anak. Kebahagiaan tidak dibentuk seperti itu. Menurut saya. Bukan adu cepat antara satu dengan yang lainnya. Jadi buat kamu di luar sana yang masih sibuk kuliah. Masih belum menikah. Atau sudah menikah tapi tak kunjung hamil juga. Nikmati apa yang ada hari ini dengan penuh rasa syukur sebab pada akhirnya hidup hanya soal mensyukuri apa yang kita punya. Bukan sesuatu yang tak terjangkau di dalamnya.

Akhirnya, setelah beberapa bulan menikah. Sesuatu yang tak pernah saya rencanakan. Saya tidak menunda sih. Tapi memang tidak ada program cepat hamil. Saya sekarang harus mengatakan bahwa saya memang positif hamil. Beberapa bulan lagi, antara April dan Mei 2015 akan menjadi seorang ibu. Semua ketakutan yang pernah saya rasakan. Semua kekhawatiran yang menghunjam sudah menghilang.

Saya siap menghadapi semua rasa sakit melahirkan bayi ini. Ternyata tidak semenakutkan dibandingkan rasa senang ada yang bergerak-gerak di dalam rahim ini.

@honeylizious

Followers