19 Januari 2015

Tidak Perlu Korupsi!


Entah sejak kapan manusia semakin mendewa-dewakan uang. Seakan uang adalah segalanya. Tanpa uang apakah kita tak akan bisa hidup di dunia ini? Sementara di luar sana ada orang yang memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa memiliki uang. Pasti banyak yang sudah membaca mengenai perjalanan hidup seorang lelaki yang memilih untuk tidak menggantungkan kehidupannya pada uang. Jadi orientasinya memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa menggunakan uang sama sekali.

Tahu Mark Boyle? Coba deh baca Moneyless Manifesto-nya. Saya rasa ini akan sedikit mengurangi pendewaan kita mengenai uang adalah segalanya. Sebab kepercayaan ini, menuhankan uang akan membuat kita bertindak di bawah jajahan uang itu sendiri. Kita menilai segalanya berdasarkan uang dan tentu saja itu tidak relevan. Tuhan sendiri tidak menilai kita baik atau buruk dari sebanyak apa uang yang kita punya. Sebab kalau begitu, surga hanya milik orang kaya saja dong?

Setiap dari kita, tidak butuh korupsi. Tak perlu melakukannya sama sekali. Karena korupsi itu sama saja dengan mencuri. Mencuri pada tingkatan yang kita sendiri rasanya tak akan sanggup menanggung akibatnya. Bukankah setiap orang yang mencuri harus dipotong tangannya? Bagaimana dengan yang mencuri uang negara? Cukupkah hanya dengan memotong tangannya saja? Atau ada hukuman lain yang bisa membuat setidaknya calon koruptor menjadi sedikit ciut nyalinya saat dihadapkan pada bahaya korupsi?

Hidup ini seperti sebuah balap gila. Tak ada garansi di sana. Jadi jangan berharap bahwa uang akan memberikan garansi untuk apa pun. Pada akhirnya, kita hanyalah mayat yang berkalang tanah. Ketika detak jantung berhenti, uang sebanyak apa pun tak ada gunanya. Apakah kita sudah lupa bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang memberikan manfaat buat orang lain? Setidaknya, kalau tak mampu menjadi manfaat janganlah kita membiarkan diri kita menjadi orang yang memberikan mudharat bagi orang dengan menjadi seorang koruptor.

Saya rasa, siapa pun koruptornya, apa pun alasan melakukan tindakan korupsi itu sendiri, bagaimana dia sendiri bisa terjebak di dalam lingkaran itu tak akan mengubah fakta bahwa dia sudah menjadi bagian dari pencurian uang negara. Bahkan lebih jauh lagi, dia sendiri menghancurkan bukan hanya kehidupannya tapi kehidupan keluarganya dan banyak keluarga lainnya yang barangkali akan menjadi lebih baik tanpa korupsi yang dia lakukan.

Cobalah kita tanya pada diri kita sendiri, apakah kita benar-benar membutuhkan uang itu sampai-sampai kita menghalalkan tindakan korupsi untuk mendapatkannya? Atau masih ada banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menghindari bahaya laten korupsi?
 

@honeylizious

Followers