8 Januari 2015

Pontianak Sejak 1771 Tak Pernah Pindah

 

Kota Pontianak atau Bumi Khatulistiwa yang selalu merayakan fenomena alamnya titik kulminasi yang terjadi pada bulan Maret dan September sejak tahun 1771 ya posisinya di situ-situ saja. Tak pernah pindah. Pasti pada teringat dengan warung Mie Tiaw Apollo yang sebelahnya juga ada warung Mie Tiaw serupa yang fenomenal dengan taglinenya masing-masing. Satu warung menulis 'Tak Pernah Pindah' yang satu lagi menulis 'Pindahan dari Sebelah'. Kalau ini memang merupakan sebuah trik marketing, harus kita akui, taglinenya sangat mengena. Sebab seperti dua sindiran yang tak berujung. Habis tulisannya memang dipajang di depan warung masing-masing sih.

Entah yang mana satu yang benar tapi yang jelas dua warung tersebut punya peminatnya masing-masing.

Masyarakat Pontianak, dominannya menggunakan bahasa Melayu Pontianak yang 11-12 dengan bahasa Melayu yang ada di Malaysia. Penggunaan 'e' pepet pada akhir kata yang dalam bahasa Indonesia berakhiran 'a' membuat bahasa Melayu Pontianak dan Malaysia jadi agak mirip. Hanya perbedaan akses yang lebih kentara walaupun sebenarnya banyak pula orang yang terkecoh dengan aksen dan bahasa Melayu Pontianak.

Nama Kota Pontianak sendiri diambil dari nama hantu kuntilanak, di sini orang menyebutnya hantu pontianak. Dulunya kota ini memang dihuni oleh banyak sekali hantu pontianak dan untuk mengusirnya digunakanlah meriam karbit yang dinyalakan dan membahana. Sehingga hantu-hantu itu berhamburan meninggalkan kota ini. Itu sih dari cerita-cerita yang beredar. Mau percaya atau enggak kembali lagi pada diri kita sendiri.

Satu hal yang jelas, Kota Pontianak sejak tahun 1771 tak pernah pindah sampai sekarang. Masih berada di posisi yang sama. Penghuninya sekarang bertambah satu lagi sejak saya menikah dengan suami saya. Sebab sekarang saya sudah menggunakan KTP Pontianak. Tidak lagi sebagai warga pendatang melainkan warga Pontianak yang sebenarnya. Hehehe...

Kalau saya sendiri tak berniat untuk meninggalkan Kota Pontianak. Menyenangkankan berada di sini. Suami saya juga keluarga besarnya di Pontianak. Jadi kami berdua untuk masa yang lama akan berada di sini sebagai penghuninya. Buat yang belum pernah datang ke Pontianak, singgahlah saat titik Kulminasi terjadi. Jadi bisa menghabiskan waktu di Negeri Tanpa Bayangan dan merasakan menyengatnya matahari di sini walaupun suhu udaranya belum mencapai 40 derajat.

Sumber gambar: http://108jakarta.com

@honeylizious

Followers