Langsung ke konten utama

Perempuan Atau Laki-Laki?



Baiklah ternyata setelah mengandung anak pertama kami pun, masih ada pertanyaan menyebalkan yang bisa ditanyakan oleh orang lain. Saya tidak tahu apakah hanya saya yang merasa terganggu dengan pertanyaan ini atau banyak orang lain yang juga sebal dengan pertanyaan yang sama. Bagaimana dengan dokter kandungan ya? Ketika mereka ditanyai soal bayi yang ada di dalam perut seseorang, apakah anak tersebut perempuan atau laki-laki?

Saya ulang ya! Perempuan apa laki-laki?

Saya pikir pertanyaan kapan selesai kuliah? Kapan nikah? Sudah isi? Adalah jenis pertanyaan yang sangat menyebalkan dan sudah saya lewati semua. Ternyata masih ada bentuk pertanyaan yang sangat menyebalkan di dunia ini. Tak terpikirkan oleh saya karena saya sendiri tak pernah menanyakan soal jenis kelamin seorang anak yang masih ada di dalam kandungan ibunya. Kalau sudah melahirkan sih saya rasa itu adalah pertanyaan yang wajar. Sebab mau secanggih apa pun alat yang digunakan untuk memeriksa jenis kelamin belum tentu bisa dipastikan 100% akurat. Banyak orang yang pas USG mendapati jenis kelamin anaknya laki-laki tapi pas lahir ternyata perempuan.

Kalau mau bertanya mengenai jenis kelamin anak saya, mengapa tak menunggu sampai saya melahirkan? Apa kalau anak saya perempuan kalian yang bertanya bakalan ngasih dia hadiah? Atau kalau laki-laki mau kalian jodohkan dengan anak kalian?

Apa tak ada pertanyaan yang lebih penting lagi di dunia ini selain pertanyaan aneh seperti itu?

Menurut saya sih aneh, nggak tahu menurut orang lain ya. Sebab saya tak suka ditanya dan bertanya seperti itu sih. Itu privasi orang. Wilayah yang tak bisa kita masuki jika kita bukan bagian dari keluarganya.

Sekarang, buat siapa pun yang ingin bertanya seperti itu pada orang yang sedang mengandung, tahanlah mulut itu sebentar. Kita tidak tahu seberapa sensitifnya sebuah pertanyaan buat orang lain. Apakah dia suka atau tidak suka dengan pertanyaan tersebut? Jangan sampai pertanyaan basi kita yang tak penting membuat orang lain menjaga jarak dan sebal dengan kita.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma