15 Januari 2015

Naik Haji dengan Uang Korupsi?


Ini adalah kisah nyata yang saya dengar sendiri dari beberapa orang yang sangat saya percaya. Mengenai seorang lelaki tua yang naik haji dengan uang korupsi anaknya. Ya, anaknya rela melakukan korupsi untuk menaikkan haji orang tuanya. Tentu saja bukan karena Allah, melainkan demi gengsi yang selama ini dipelihara. Allah selalu punya cara paling kece untuk memperlihatkan kuasa-Nya. Barangkali kita lebih mengenalnya sebagai sebutan 'rahasia Illahi'.

Naik haji hanya wajib bagi yang mampu. Tak perlu 'memampukan' diri dengan uang yang sama sekali jauh dari halal. Sebab haji adalah ibadah. Bagaimana mungkin kita melaksanakan ibadah dengan najis? Harta yang bukan hak kita. Mencuri uang negara demi memperkaya diri sendiri. Entah bagaimana dengan mudahnya orang menggadaikan kehidupan singkatnya hanya demi sejumlah harta yang tak seberapa dan membawa mereka ke lubang kenistaan di akhirat sana.

Di mana wajah mereka kala itu? Membayarkan sejumlah najis untuk melaksanakan ibadah orang tuanya? Orang tua yang sama sekali tak tahu apa-apa dan berangkatlah dengan perasaan suka cita. Namun apa yang kemudian terjadi? Lelaki tua yang ingin melihat rumah Allah di Mekkah ternyata merasakan azabnya juga. Setibanya di kota-kota yang seharusnya dia lihat dengan mata kepalanya, dia malah sakit. Koma. Tak satu kota pun bisa dia lihat. Tak satu ibadah pun bisa dia laksanakan selama berangkat haji.

Kasihan. Lelaki tua itu sangat sedih pastinya. Perjalanannya tak membuahkan hasil. Allah tak mengizinkan orang yang berangkat dengan uang haram untuk melihat rumah-Nya.

Satu dunia barangkali bisa dibohongi. Tetapi Dzat yang Maha Sempurna itu sekali-kali tidak buta. Dia Maha Melihat segala sesuatu. Dari yang tampak sampai yang tak nampak sama sekali oleh mata manusia. Kita tak bisa menyembunyikan apa-apa dari-Nya. Bagaimana mungkin berharap bahwa ibadah haji tersebut akan berjalan lancar jika niat dan caranya keliru. Niat yang memberangkatkan hanya demi gengsi. Agar orang lain bisa bertepuk tangan untuknya dan mengatakan betapa hebatnya dirinya bisa menaikkan haji orang tuanya, sementara anak-anak laki-laki tua itu tak ada yang bisa.

Padahal saya yakin, Allah akan memampukan orang yang akan Dia panggil ke tanah-Nya. Menjadi tamu di rumah-Nya di Mekkah sana.

Setiap anak pasti ingin menghajikan orang tuanya. Namun tak semua anak mampu memilih jalan yang benar untuk melakukannya. Lelaki tua yang malang. Semoga suatu hari nanti, Allah memanggilmu kembali untuk melaksanakan ibadah haji yang sejati dengan uang bukan hasil korupsi. 

@honeylizious

Followers