Langsung ke konten utama

Mari Nge-draft


Untuk mengembalikan keteraturan terbitnya postingan di blog ini, selain melunasi kekurangan yang berada pada hari yang lewat tanpa postingan sama sekali, saya rasa membuat postingan terjadwal untuk masa akan datang jauh lebih baik. Sebab postingan terjadwal yang kita atur akan terbit sesuai dengan waktu yang kita inginkan. Meskipun nantinya tidak bisa autoshare di Google+. Itu sih kadang yang menjadi kelemahan yang cukup mengganggu untuk postingan terjadwal. Selain itu sih membuat postingan terjadwal sangat membantu supaya blog ini tetap konsisten terisi setiap harinya.

Setelah hamil memang harus diakui saya kesulitan mengatur waktu karena banyak sekali waktu yang saya gunakan hanya untuk berhibernasi. Saya mengantuk. Malas berbicara dengan banyak orang. Malas ngapa-ngapain sih sebenarnya. Apalagi waktu itu saya baru mulai kuliah di semester satu. Eh iya sekarang ujian akhir semester 1 sudah lewat. Kayaknya sih saya berhasil melewatinya dengan baik. Saya cukup puas dengan hasil belajar saya di ABA selama beberapa bulan ini.

Dulu saya ingat betul bisa menjadwalkan puluhan tulisan dalam 1 hari untuk seminggu bahkan dua minggu ke depan. Berbanding terbalik dengan sekarang, apalagi sekarang juga menjadi admin untuk website dan beberapa akun sosial media lainnya. Alhamdulillah. Latihan panjang yang saya lakukan beberapa tahun terakhir ini mengenai jadwal deadline yang sangat ketat bisa dinikmati sekarang. Deadline yang dibuat oleh beberapa perusahaan masih tak seketat deadline yang pernah saya buat sendiri. Masih bisa dikejar.

Menulis membuat saya lebih bahagia. Itu kali ya yang membuat saya sampai hari ini merasa ada yang kurang kalau tak menulis. Apalagi sekarang sudah libur kuliah. Saya punya banyak sekali waktu luang untuk menulis. Sayang jika dilewatkan begitu saja. Hamil bukan alasan sih untuk tak menulis. Tidurnya juga sekarang diatur supaya lebih terjadwal dengan baik. Tak melulu tidur walaupun kadang tidur juga menjadi hiburan tersendiri. Bertemu dengan orang-orang yang di dunia nyata tak bisa saya lihat secara langsung juga menyenangkan. Apalagi jika mereka adalah orang yang saya rindukan karena pernah ada di masa lalu saya.

Bulan ini, tahun ini, sudah baru semua. Target-target baru harus dibuat. Apalagi saya semakin serius menekuni blog ini. Sampai bela-belain kuliah bahasa Inggris biar nanti bisa lancar menulis dalam bahasa Inggris.

Selamat ngeblog deh buat siapa pun yang sekarang masih terus termotivasi buat ngeblog, 

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan