Langsung ke konten utama

Hukuman Mati Buat Koruptor?


Polemik mengenai hukuman mati untuk pengedar narkoba belum juga usai. Saya sendiri setuju mereka dihukum mati. Sebab mereka sudah membunuh banyak orang dengan berada di dalam jaringan sindikat pengedar narkoba. Apakah kita rela semakin banyak orang di negeri kita ini menderita karena narkoba? Sindikat inilah yang harus diputuskan jaringannya sehingga narkoba benar-benar hilang dari Indonesia.

Sebenarnya bukan hanya pengedar narkoba yang butuh hukuman mati. Pembunuh dan koruptor harusnya juga ikut masuk dalam daftar tunggu eksekusi tersebut. Kasus-kasus seperti ini harusnya jangan disepelekan. Orang-orang yang menghilangkan nyawa orang lain kadang bisa bebas hanya dalam hitungan tahun. Apa kita rela ada korban lain yang berjatuhan.

Khusus untuk koruptor sendiri, terlalu banyak orang yang tak takut dengan hukuman yang akan menjerat koruptor karena hukumannya bukan hukuman mati. Di beberapa negara yang memberlakukan hukuman mati buat koruptor saja, masih ada yang korupsi, apalagi yang enggak kayak di Indonesia. Buat apa bicara soal HAM kalau mereka sendiri tidak menghormati hak seluruh warga negara Indonesia yang sudah dikangkanginya dengan mencuri uang negara?

Gantung koruptor di Indonesia ini. Supaya masyarakat melihat, mendengar, dan menjadikan ini sebuah pelajaran yang sangat penting bahwa kasus korupsi bukan hal yang akan dianggap main-main oleh negara kita. Tegaslah terhadap mereka yang sudah melanggar undang-undang negara kita. Mau dibawa ke mana Indonesia ini jika isinya banyak koruptor dengan semua anggota keluarganya? Memang di akhirat nanti mereka akan mendapatkan peradilan yang paling adil. Maha adil dibandingkan di dunia. Tapi apakah kita akan membiarkan orang-orang yang tak berdaya itu semakin tak berdaya. Uang yang seharusnya bermanfaat bagi kehidupan mereka, entah itu uang pembangunan jalan, pembangunan pendidikan, atau pelayanan kesehatan bahkan masih banyak yang lainnya, lenyap dikocek para koruptor ini?

Tikus-tikus berdasi yang memiliki pendidikan tinggi. Sampai kapan mereka akan menikmati kehidupan 'enak' di dunia ini? Bebas dari tanggung jawab yang seharusnya dia pikul? Gantung mereka satu persatu dan biarkan mereka berhadapan dengan Tuhannya. Miskinkan keluarganya. Dunia harus melihat betapa berbahayanya sebuah tindakan korupsi. Supaya tak ada lagi yang mengulangi.

Kita pasti rindu mendengar 'Indonesia Bebas Korupsi'. Rindu sekali.

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan