2 November 2014

Happy 1st Anniversary


Tanggal 2 November 2013 lalu saya resmi menjadi seorang istri dari seorang lelaki yang ternyata sudah setahun ini menjadi suami saya. Rasanya baru sebentar kami mengarungi bahtera rumah tangga. Ternyata sudah setahun saja. Berbeda jauh dengan keluarga saya yang tak begitu penuh perayaan, keluarga suami saya selalu punya perayaan. Bahkan peringatan setahun kami menikah diperingati seluruh anggota keluarga inti suami. Sama seperti dia ulang tahun kemaren. I get it! Dia kan anak laki-laki bungsu satu-satunya ya.

Hadiah pernikahan yang sudah setahun ini? Alhamdulillah saya sudah mengandung anak sulung kami. Harapannya dari kemaren sih kembar ya. Supaya nggak perlu melahirkan berkali-kali *abaikan pemikiran ini*.  Tapi pas di USG dua minggu yang lalu di klinik kandungan kayaknya isinya hanya satu janin deh. Ya udin, apa pun hasilnya nanti, mau satu atau kembar saya rasa yang paling penting dia lahir dalam keadaan sehat tak kurang satu apa pun.

Kadang saya hanya rindu dengan keluarga di kampung sana. Ingin pulang dan bisa merayakan semuanya bersama mereka atau setidaknya bisa makan makanan yang sudah biasa saya makan sejak kecil. Lidah ini memang tak bisa memungkiri merindukan masakan kampung dan tentunya masakan Uwan (nenek).

Tak banyak yang berubah sih dari kami selama setahun ini. Saya hanya merasa lebih dimanja semenjak positif hamil. Saya pikir ini kesempatan juga sih buat bermanja-manja dan menjadi tuan putri di rumah. Mumpung suaminya lagi semangat banget mau dapat anak pertama. Hahahahahaah *evil smirk* Jadi sekarang saya hampir tidak punya tugas apa-apa di rumah selain makan, tidur, mandi, dan kuliah. Kecuali job menulis sih masih sama seperti biasanya. Alhamdulillah juga tak mengidam yang ajaib-ajaib. Nafsu makan meningkat tapi masih baik-baik aja sih.

Satu hal yang sekarang tak boleh saya minum lagi adalah obat alergi terbaik saya. Cetirizine yang akan menghalau bersin jauh-jauh dari hidung saya. Hidung tak mampet. Kepala nggak pusing. Tapi semenjak tahu sedang hamil, mau nggak mau deh mengalah pada dedek bayi. Tidak minum Cetirizine dulu. Eh kalau misalnya teman-teman punya obat alergi alami buat hidung saya ini silakan mention di twitter ya atau kirim email ke honeylizious[at]gmail.com juga boleh bingitssss. Siapa tahu kan alerginya sembuh total atau setidaknya saya tidak perlu minum obat alergi dari apotek tinggal minum ramuan alami gitu.

Padahal suami tak merokok, di kampus tidak terpapar asap rokok, dan di kantor juga bebas dari asap rokok. Tapi tetap saja saya alergi dan bersin-bersin.

Itulah cerita ulang tahun pertama pernikahan kami yang ternyata bertepatan juga dengan ulang tahun pernikahan beberapa orang yang saya kenal. Buat yang nikahnya sama tanggalnya dengan saya 2 November, happy anniversary ya! Semoga pernikahannya langgeng sampai usia memisahkan. 

Ibu Mertua Terbaik di Dunia

Hari ini seperti biasa, pulang kuliah saya suka singgah ke rumah mertua. Numpang makan biasanya. Saya senang ibu mertua saya sudah nenek-nenek. Jadi lebih tua dari ibu saya belasan tahun dan lebih muda beberapa tahun dari nenek saya. Rasanya saya punya nenek pengganti. Selama ini saya memang lebih dekat dengan Uwan (nenek) saya di kampung yang telah membesarkan saya dari umur 2 tahun.

Selain mendapatkan suami yang sangat penyabar dan tidak merokok (lagi) saya juga mendapatkan tambahan keberuntungan. Seorang ibu mertua yang sangat baik. Selalu memasak yang enak. Selalu bertanya mengenai perut saya yang mudah kelaparan ini. Bisa memasak berbagai jenis makanan yang saya suka. Dia benar-benar seorang ibu yang saya butuhkan. Serupa dengan nenek yang selalu ada di rumah.

Tadi dia membuat bubur Asurah. Bubur yang macem-macem isinya. Ada kacang merah, ubi, kacang hijau, dan beras merah. Biasanya bubur Asurah ini dibuat dengan 10 bahan. Tapi sepertinya bubur kali ini bahannya tak sampai 10. Tetap enak dan saya tetap lancar makannya sampai semangkuk penuh.

Sekarang kehidupan saya tak lagi sepi seperti dulu. Sudah ada banyak orang yang mengisinya. Kakak-kakak ipar dan suami-suaminya yang menyenangkan. Belum lagi belasan keponakan dengan beragam cerita. Tapi di atas segalanya, ibu mertua saya adalah bagian terbaik setelah suami saya.
Alhamdulillah.
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design