25 September 2014

Obat Sembelit Alami



Obat sembelit sih memang sudah banyak tersedia di pasaran. Dari banyak penyakit yang mudah saya derita selain flu dan demam, sembelit adalah masalah yang cukup besar dengan pencernaan. Dibanding diare saya lebih sering sembelit. Kalau diare sih walaupun cukup melelahkan dan melemahkan saya senang banyak benda dari dalam perut saya berhasil keluar. Paling tidak saya hanya perlu minum oralit dan madu.

Sedangkan saat sembelit ini yang menjadi masalah. Pernah sembelit saat sedang buru-buru? Perut memberikan sinyal kita harus ke belakang tapi ternyata cukup susah untuk menekannya keluar. Apa yang akan kita lakukan jika sudah seperti itu? Saya sendiri kalau sudah dua atau tiga hari tidak buang air besar mulai mencari obat sembelit yang alami dan enak.

Paling gampang mengatasi sembelit ala saya sih dengan makan buah nanas. Selain saya suka sekali dengan buah yang satu itu, buah nanas juga cukup efektif untuk menjadi obat sembelit. Satu buah nanas yang dipotong-potong lalu didinginkan di kulkas. Setelah itu dicocol ke bubuk garam terasi pedasnya yang nikmat. Ini bisa menjadi pencahar alami yang menyenangkan untuk dilakukan. Dijamin hitungan jam sembelit akan dengan mudah teratasi. Bukan diare sih walaupun mirip dengan saat diare. Namun lebih pada buang air lebih lancar.

Dibandingkan harus membeli obat sembelit yang mahal apalagi kalau sampai membutuhkan pencahar untuk membersihkan perut. Takutnya malah buang air tak berhenti dan lemes seharian. Entah siapa yang membuat pemahaman bahwa kita butuh obat pencahar untuk membersihkan perut kita. Padahal banyak sekali buah di muka bumi ini yang bisa kita konsumsi untuk dijadikan obat pencahar alami. Buah mangga juga cocok tuh kalau memang teman-teman tidak suka dengan buah nanas. 

Saya Tak Mengerti Ini


Pernah nggak teman-teman tiba-tiba baru kenal seseorang dan seseorang ini merasa penghasilan kita lumayan banget dan dikasih predikat ‘banyak uang’ sama dia lalu ujung-ujungnya dia bilang ‘traktir dong, kamu kan banyak uang’.

Setiap kali ada orang yang seperti ini saya jadi berpikir ulang buat berbagi sesuatu dengan dia. Orangnya suka minta gitu sih ya. Jadinya mau ngasih ada perasaan nggak ikhlas. Nggak tahu orang lain, saya sendiri adalah tipikal orang yang nggak suka dimintai sesuatu tapi bukan berarti nggak suka ngasih. Saya suka berbagi sesuatu tapi ke orang yang nggak minta apa-apa sama saya.

Orang ini, tidak hanya sekali itu melakukannya. Sekarang setiap kali bertemu dia selalu mengatakan yang sama. Walaupun diksinya beda tapi ya kesannya minta traktir gitu. Saya sendiri bingung, mengapa ada orang yang senang meminta ditraktir. Why?

Sebanyak apa sih yang akan kita dapat dengan meminta traktir? Bukannya lebih baik meminta pancing dibandingkan meminta ikannya? Harusnya minta ajarin gitu supaya bisa jadi ‘orang yang banyak uang’ menurut kaca mata dia. Sodara saya banyak. Kedua orang tua saya masih hidup. Nenek saya masih sehat. Ngapain gitu saya harus buang uang buat orang yang baru saya kenal beberapa hari dan suka minta traktir pula?

Well, apa nggak aneh sih sebenarnya meminta traktir ke orang yang baru kita kenal? Kalau berbagi okelah. Tapi khusus untuk meminta lebih dulum kayaknya a big no. Buat saya. Nggak tahu buat teman-teman sendiri. Apabila memang teman-teman merasa hal tersebut adalah hal yang biasa atau lumrah, sebaiknya pikirkan juga perasaan orang yang dimintai traktiran ini. Bagaimana ya rasanya diminta-mintai seperti itu? Kok rasanya kayak diperas?

Berlebihan?

Yah, setiap orang pasti punya caralah buat menanggapi situasi yang dia alami. Satu kalimat yang kamu ucapkan, walaupun kalimatnya sama tapi akan mengalami pemaknaan yang berbeda oleh beberapa orang yang mendengarnya. Karena latar belakang setiap orang tak sama.


Saya tak paham konsep pikiran orang yang merasa punya hak untuk minta traktir dengan orang yang ‘punya banyak uang’ dalam pemahaman yang dia punya.
 
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design