29 Agustus 2014

Hindari Gagal Bisnis dengan Teknik SEO


http://partneriklan.com/


Mungkin impian anda saat ini adalah agar toko online yang sedang anda jalankan saat ini mendapat banyak pengunjung setiap harinya. Tentu saja bisa, asala anda memiliki strategi yang tepat. Salah satu yang terbaik adalah dengan SEO, Search Engine Optimization. Jika maih bingung dengan SEO dan cara kerjanya, anda bisa meminta jasa pihak ketiga untuk membantu mengelolanya. Cobalah mengunjungi situs Partner Iklan yang sudah banyak dipercaya untuk mengelola promosi-promosi online di internet.

Gagalnya suatu promosi bukanlah hal yang diharapkan, jadi dengan adanya SEO diharapkan promosi anda akan berhasil, ini dia alasannya:
  1. SEO akan membuat situs anda berada di daftar teratas pada daftar search engine.
  2. SEO memberi hasil maksimal bagi kata kunci yang didaftarkan untuk produk atau nama perusahaan anda.


Contohnya adalah jika anda memiliki bisnis kue cupcake dan memberi kata kunci “jual cupcake”, maka saat pengguna internet mengertik “jual cupcake” situs anda akan muncul di barisan atas dan siap untuk dikunjungi. Bisnis SEO juga bisa menjadi cara untuk mendapatkan keuntungan di dunia biaya. Namun anda harus siap dengan ribuan pesaing yang juga menawarkan jasa pelayanan ini. Kembali lagi bagaimana cara anda memanfaatkan internet dan membuat pelanggan potensial anda dapat lebih tertarik untuk membuka situs anda daripada situs yang lain. Kuncinya adalah bagaimana anda dapat menciptakan situs yang unik dan kreatif sehingga orang merasa penasaran dan ingin mengunjungi situs tersebut.

Informasi selengkapnya http://partneriklan.com/.

Petunjuk Mengenali Jaket Kulit Asli

Sumber gambar http://www.belikulit.com/


Industri mode baik di belahan dunia barat maupun timur sering kali mengotak-kotakkan jenis pakaian sesuai musim yang sedang berjalan. Di Indonesia, hukum ini tidak selalu berlaku. Selain karena Indonesia hanya memiliki dua musim yang tidak terlalu berbeda jauh satu sama lain, masyarakat kita lebih fleksibel dalam hal fesyen. Jaket kulit merupakan salah satu jenis pakaian yang selalu trendi dan cocok untuk segala musim dan suasana. Sebagian orang, baik laki-laki maupun perempuan, berpandangan bahwa dalam lemari pakaian harus ada setidaknya satu jaket kulit, atau mirip kulit. Betul, tak sedikit orang terjebak membeli jaket yang tampak terbuat dari kulit tetapi sebenarnya bukan kulit asli. Mengetahui bagaimana mengenali keasliannya bermanfaat untuk menentukan cara merawat jaket kulit di kemudian hari.


Perhatikan Label Pakaian

Cara mudah adalah mengecek informasi yang tertera pada label yang menyertai jaket. Informasi ini seharusnya menyebutkan bahan pakaian beserta persentase masing-masing bahan. Di pasaran beredar sedikitnya empat jenis pakaian yang tampak seperti terbuat dari bahan kulit. Secara sekilas keempat jenis ini sulit dibedakan.

  • Kulit asli (real leather): Komposisi pakaian berbahan kulit asli harus 100% kulit. Meskipun jika pakaian tersebut memiliki lapisan dalam dari bahan lain, bahan luarnya harus murni kulit.
  • Kulit campur (bonded leather): Bahan ini tidak murni kulit walau mengandung kulit. Produsen mencampur parutan kulit asli—biasanya dari perca sisa bahan kulit asli—dengan bahan perekat dan mencetaknya sedemikian rupa sehingga menghasilkan material dengan permukaan menyerupai kulit asli. Warna pada bahan ini hanya diterapkan di permukaan tanpa meresap sampai ke dalam. Bahan ini sering dipakai pada sampul buku. Kulit campur berkualitas rendah mudah menampakkan pecah-pecah pada permukaannya hanya dalam waktu relatif singkat.
  • Kulit palsu (faux leather): Jangan terkecoh penampakan bahan ini. Meski terlihat seperti kulit, faux leather merupakan kulit buatan manusia dari bahan-bahan lain yang tidak terkait dengan kulit sama sekali. Jenis utama kulit sintetis ini adalah polyvinyl chloride (PVC) yang pada dasarnya adalah sejenis plastik.
  • Mirip kulit (leather look): Seperti namanya, bahan ini hanya mirip kulit namun sebenarnya merupakan kain biasa. Sebutannya di dunia manufaktur adalah polyurethane (PU). PU dibuat dengan cara melapisi kain biasa, semisal katun atau polyester, dengan materi tertentu dan memperlakukannya sehingga mendapatkan hasil yang tampak seperti kulit asli.

Lihat dan Rasakan

Informasi ini tentu tidak cukup akurat untuk menarik kesimpulan apakah jaket yang Anda taksir benar-benar terbuat dari kulit asli. Selanjutnya perhatikan lebih dekat dan rasakan teksturnya. Bahan kulit asli memiliki pori-pori atau tanda-tanda keriput yang tampak natural seperti pada kulit manusia meskipun tidak serupa. Ciri-ciri ini tidak terlihat pada bahan yang bukan kulit asli karena lapisan-lapisan hasil produksi pabrik tampak lebih mulus. Tanda-tanda lain bisa juga Anda kenali dengan memegangnya. Kulit asli terasa lebih lentur dan fleksibel serta gerakannya terasa lebih lemas dibandingkan dengan bahan lain yang cenderung kaku.

Setelah Anda yakin dengan bahan dan harga, jaket tersebut bisa segera menjadi milik Anda. Sebagaimana untuk kebanyakan jenis pakaian lain, sangat dianjurkan untuk mencuci jaket kulit sebelum pertama kali dikenakan. Perhatikan label perawatannya dan ikuti petunjuk yang banyak tersedia di internet mengenai cara merawat jaket kulit yang tepat untuk menghindari kerusakan sebelum Anda sempat memakainya. Cucian pertama membuang bahan-bahan kimia dan debu yang menumpuk selama pakaian berada di toko.
 

Tentang Segelas Kopi



Sudah lama sekali saya meninggalkan kebiasaan minum kopi saya di kampung dulu. Dulu waktu masih tinggal dengan Uwan (nenek) tiap pagi ada jatah kopi buat saya. Saya lupa sejak kelas berapa SD cairan putih yang encer itu berganti menjadi cairan hitam pekat yang juga encer. Memang sih tidak dibikinkan kopi seperti Aki yang pekat. Cuma ya itu, kopi itu kayak minuman wajib sejak saya kecil. Sampai kuliah saya masih minum kopi tiap hari. Satu dua gelas saat di rumah.

Di Sambas, perempuan minum kopi adalah hal yang sangat lumrah. Bahkan saya minum segelas kopi yang sudah mulai mendingin seperti orang menenggak air putih saat haus. Saya lupa kapan pertama kali memulainya, saya juga lupa kapan saya akhirnya berhenti menyediakan kopi buat diri sendiri. Satu hal yang jelas, saya tak lagi minum kopi beberapa tahun terakhir. Tidak minum setiap hari. Jadi kadang-kadang masih minum kopi.

Hari ini saya minum kopi sebelum memulai bekerja. Entah mengapa rasanya saya menjadi lebih konsentrasi dan lebih produktif setelah menghabiskan segelas kopi Manggarai yang dibawakan adik saya dari NTT.

Meskipun saya minum kopi saya tidak merokok. Saya hanya merasa agak aneh aja minum kopi di tempat umum di Pontianak ini. Banyak yang memandang saya dengan tatapan yang membingungkan. Ternyata beda dengan di Sambas yang rata-rata perempuannya minum kopi hitam pekat, di kota perempuan lebih identik dengan kopi dengan krimer dan sejenisnya jadi bukan kopi hitam yang tidak disaring itu.

Bukannya kopi itu baik ya buat kesehatan? Pernah dengar sih ada orang yang kayak ketergantungan gitu sama kopi. Tak bisa menjalani hari dengan baik kalau nggak minum kopi. Saya sendiri padahal dulu peminum kopi juga tapi nggak kecanduan juga sih. Bagaimana dengan kamu?

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design