27 Juni 2014

Kepada Yth Pendukung Fanatik Prabowo Subianto

Flashback ke beberapa belas tahun yang lalu. Sebelum Soeharto lengser. Saya hanya tahu satu hal. Pemilu itu coblosnya Golkar. Pake baju kampanyenya warna kuning. Itu saja. Karena semua orang di kampung saya, dominan dukungannya ya kuning itu. Orang juga nggak banyak bicara. Seperti pemilu sebelumnya, mereka akan lebih banyak mendukung Soeharto melalui Golongan Karya. Partai bergambar pohon beringin itu memang seakan-akan, selalu menjadi pilihan terbaik. Apalagi kalau PNS. Ibu saya seorang guru di sekolah dasar. Pemilu, dulunya hanya menjadi formalitas. Dua partai lain yang ikut dalam pemilihan dapat dipastikan gigit jari karena menanggung kekalahan lagi.

Berbeda dengan sekarang ya. Saat masa kejayaan Soeharto sudah lewat. Orang sudah tak takut lagi untuk menyuarakan apa yang ada di dalam kepalanya. Baik secara langsung atau tak langsung. Entah itu dengan turun ke jalan, bisa juga dengan menulis di media sosial.

Kalau ditanya, apakah saya sudah punya pilihan, sebelumnya saya sudah punya pilihan yang kemudian saya tinggalkan untuk memilih yang lain. Tak perlu saya sebutkan siapa. Sebab pilihan ini pun belum benar-benar pasti. Apalagi bukannya kita harus merahasiakan siapa yang akan kita pilih nantinya?

Black campaign yang akhir-akhir ini membabi-buta yang dilakukan beberapa televisi ternyata berimbas ke pengguna media sosial. Banyak sekali orang yang berlomba-lomba latah setelah melihat berita di channel tertentu. Membela si A sembari menjatuhkan si B. Padahal dari dulu sampai sekarang, siapa pun presidennya, kalo saya nggak kerja mah saya nggak makan. Bukannya kita nggak akan berubah nasibnya kalo nggak berusaha sendiri untuk mengubahnya? Malah kita sibuk menjelek-jelekkan orang lain.

Sudah ada beberapa orang di media sosial yang merupakan orang yang cukup ternama melakukan kampanye yang sama sekali tidak mendidik. Mengingat sekarang banyak sekali pemilih pemula yang akan menggunakan hak suaranya untuk memilih presiden pertama kalinya, saya benar-benar kasihan dengan orang yang dibuat bingung gara-gara banyaknya orang yang melakukan kampanye hitam ini. Silakan puji pilihan anda. Silakan. Tapi jangan jatuhkan pilihan orang lain. Kita dibutakan media.

Jangan percaya bulat-bulat dengan televisi.
Jangan telan mentah-mentah berita di media massa.
Jangan membagikan begitu saja sesuatu yang kita tidak tahu sumber jelasnya.

Hak memilih ada pada kita. Rakyat Indonesia. Jokowi dan Prabowo juga rakyat, sama seperti kita. Manusia biasa. Ada kekurangan dan kelebihannya. Barangkali banyak yang menghina Jokowi dan Prabowo dan kebetulan yang lewat di beranda saya adalah hinaan pada kubu Prabowo. Dari akun twitternya @masbutet. Setelah akun @wimar yang melakukan kampanye yang kurang enak dibaca seperti itu, giliran bapak yang sering saya lihat di Metro TV ini yang melakukan kampanye yang juga kurang enak dibaca.

Followernya banyak. Yang baca jadinya banyak. Belum lagi yang membagikannya. Apa yang Anda baca dari gambar ini hanya untuk direnungi, diresapi. Bukan untuk ditambah atau diulangi lagi. Siapa pun yang anda dukung.


Buat yang mendukung Prabowo, silakan dukung pilihan Anda. Tidak perlu melakukan hal yang sama seperti ini. Buat yang dukung Jokowi tak perlu mengulangi hal yang seperti ini untuk memenangkan pilihan Anda. Sebab pada akhirnya hanya satu di antara mereka berdua yang akan menjadi presiden kita selama 5 tahun ke depan. Bukan untuk selamanya kok. Hanya untuk 5 tahun. Selama ini pun, sebagai warga Kalimantan Barat, siapa pun presiden yang berada di Istana sana, tak banyak mengubah wajah Kalimantan Barat. Jalan negara yang menjadi jalan internasional di Kalimantan Barat, masih hancur lebur seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kalo saya sendiri hanya bisa berharap, siapa pun presidennya, dia sudah sangat hebat jika bisa memuluskan jalanan di Kalimantan Barat. Sebab Indonesia bukan hanya Pulau Jawa. Kalimantan Barat juga bagian dari Indonesia.

Gunakan surat suara Anda tanggal 9 Juli nanti. Bentar lagi puasa. Lebih baik kita banyak beribadah dibandingkan menebar fitnah.


Make Up Less Than 5 Minutes


Siapa bilang dandan itu musti lama? Lima menit juga cukup kok. Jadi bisa mematahkan omongan laki-laki yang suka banget mengatakan, perempuan itu dandannya yang lama. Makanya cowok yang mau ngapelin ceweknya pasti suka telat datangnya. Alasannya macet padahal ya dia ngebangsi waktu yang digunakan si cewek buat dandan.

Apa ya bahasa Indonesianya ngebangsi?

Intermezzo sejenak kayaknya. Soalnya saya harus menjelaskan biar teman-teman bisa memahami maksud tulisan saya. Kalau kita bikin jahitan, kita bikinnya pasti bahannya dilebihkan dari pola yang sudah kita buat kan? Supaya jahitannya pas dan nggak kekecilan. Nah bangsi tuh kayak gitu. Melebihkan. Melebihkan dengan maksud mencukupkan. Jadi ngebangsi waktu artinya ngasih waktu lebih ke cewek yang mau diapelin tapi khawatir dia dandannya lama dan nggak kepengen nungguinnya kelamaan.

Yes! Ternyata saya masih bisa menjadi guru bahasa daerah. Hihihi...

He'eh bangsi itu berasal dari bahasa Sambas. Di Pontianak sih ada juga yang menggunakannya. Sama sih artinya. Saya sendiri tahu bangsi itu dari bahasa di desa saya, Jawai, Sambas, Kalimantan Barat.

Balik lagi ke masalah dandan. Saya dandannya nggak lama kok. Paling lama 30 menit. Itu paling lama dan biasanya buat kondangan. Dandan lama banget ya! Padahal nanti pas di kondangan nggak nyampe 30 menit juga. Soalnya saya nggak terlalu suka di tempat yang ramai. Untuk dandanan sehari-hari kayak di foto ini saya hanya butuh 5 menit. Bahkan bisa kurang sebenarnya. Anggap saja lima menit. Malah yang lama itu pake jilbabnya. Bukan karena kesulitan memahami tutorial jilbab yang ada di Youtube tapi karena saya kelamaan nyari kerudung dan dalamannya.

Untuk dandanan 5 menit ini saya menggunakan alas bedak, bedak, eyeliner, maskara, dan lipstik. Semua dari Oriflame. Itu aja sih yang saya pake. Nggak ada bulu mata anti badai segala macem. Sering-sering latihan aja buat cewek-cewek yang mau dandan dalam waktu singkat. Lama-lama tangannya akan terlatih untuk mendandani wajah dalam waktu cepat kok.

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design