25 Mei 2014

Sudah Datang ke Tri 3030?



Masa depan dimulai sekarang!

Menyenangkan sekali Kamis kemarin saya bersama suami, dan dua sepupu mendatangi Tri 3030 yang diadakan di Rumah Adat Betang Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat yang berada di dekat Rumah Adat Melayu arah Kota Baru. Memang sih pertunjukannya hanya berlangsung sekitar 1 jam. Tetapi ini adalah pertunjukkan yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Menampilkan penari-penari yang memainkan lampu laser. Semuanya terlihat sangat nyata. Ruangan penuh warna.
Mendapatkan undangan VIP sebagai peserta komunitas blogger di Pontianak, tak saya sia-siakan. Ada banyak tarian dan parodi yang ditampilkan di atas panggung. Semuanya terlihat begitu apik. Satu hal yang menjadi kekurangan mungkin kurang lama. Hahahhaa... Kepengennya lihat lebih lama lagi tarian dengan lampu laser itu.
Oh iya buat teman-teman di Kota Pontianak yang belum datang dan tak mendapatkan undangan VIP tak mengapa, bisa registrasi di tempat acara berlangsung untuk mendapatkan kesempatan menyaksikan pertunjukkan yang sama. Dimulai dari tanggal 22 Mei sampai 27 Mei 2014 nanti.



Apabila sudah selesai menyaksikan pertunjukkan kita bisa mampir ke stand yang berdiri di luar tempat pertunjukkan untuk mendapatkan informasi mengenai promosi dari kartu Tri. Nggak belanja juga nggak apa-apa. Teman-teman bisa numpang foto-foto di sana.  

Menemukan Kembali Semangat Itu!

Kalo sudah menyalakan komputer sih dengan mudahnya saya mengetikkan semua kalimat yang ingin saya sampaikan. Jika saya tak mengingat kembali tujuan ngeblog saya, satu di antaranya adalah meninggalkan kenangan buat orang yang belum hadir dalam kehidupan saya sekarang, barangkali saya sudah membiarkan blog ini penuh oleh sarang laba-laba dan akhirnya menjadi kuburan maya berikutnya.

Untungnya sejak awal saya sudah menganggap blog ini adalah catatan harian saya. Selalu ada yang kurang jika saya tak menuliskan sesuatu di blog ini. Ada yang hilang. Mati sih enggak ya, cuma mati gaya aja. Apalagi ada teman yang mengatakan saat kita mulai menerima alasan untuk tidak ngeblog dan tidak memberikan 'hukuman' pada diri kita sendiri karena absen mengisinya, pastilah besoknya akan ada alasan lain lagi yang akan kita buat  untuk tidak mengisi blog kita sendiri.

Saya sendiri memberlakukan hukuman untuk mengisi kekosongan hari yang tidak ada tulisan baru dengan mengisinya dihari yang berbeda. Saat ketinggalan sehari besoknya saya akan menuliskan paling tidak dua tulisan. Supaya hutang tidak mengisi postingan itu bisa dibayar. 

Semangat mengisinya baru kembali 1 post sehari. Padahal tahun lalu saya sedemikian bersemangat mengisinya sampai 12 post sehari. Itu jari saya sudah pake acara terbang-terbang di atas papan ketik.

Waktu itu job belum setiap hari mampir. Belum ngadmin facebook official, twitter, dan instagram juga. Jadinya masih banyak waktu melakukan itu semua. Berbeda jauh dengan sekarang. Usaha dagangannya mulai bangkit. Beberapa di antaranya keterlaluan larisnya, alhamdulillah sekali sebenarnya. Cuma ada beberapa hal yang kemudian dikorbankan untuk banyak kerjaan yang harus saya tangani sendiri.

Yaaap! Hingga hari ini belum menemukan asisten buat membantu banyak hal yang harus saya jalani. Untungnya suami saya sangat sabar menghadapi kesibukan istrinya yang jarang beres-beres rumah. 

Setiap kali melihat suami yang mau membantu kerjaan rumah saya jadi semangat menyelesaikan banyak kerjaan yang harus ditangani sendiri. Semangat itu akhirnya ditemukan kembali.

Cukup Sekali ke Ayam Kaleo Pontianak


Biasanya jika ada rumah makan baru atau tempat nongkrong yang menawarkan makanan atau minuman yang belum pernah saya cicipi sebelumnya saya suka mengajak suami untuk mengunjunginya. Sebab menyenangkan bisa berbagi informasi di blog ini pada pecinta kuliner atau travel lainnya. Yap! Tempat makan yang bisa kita kunjungi setiap hari di kota kita bisa jadi akan sangat menarik sebagai tempat wisata makanan bagi orang yang baru pertama kali datang ke Pontianak.

Kali ini yang ingin saya ceritakan adalah sebuah tempat makanan yang beberapa waktu lalu saya kunjungi dan saya memutuskan tidak akan datang ke sana lagi. Bukan karena pelayanannya yang buruk atau makanan yang kurang enak.

Tempatnya nyaman sebenarnya. Bersih dan rapi. Pengunjung juga memiliki jarak dengan pengunjung lainnya. Tidak seperti beberapa tempat makan lain yang pengunjung berada terlalu dekat dengan pengunjung lainnya. Pelayanannya juga menyenangkan. Walaupun saya agak risih ada beberapa pelayan yang akan menyambut kita di bagian depan. Mengucapkan salam dan tersenyum. Pengennya sih langsung masuk aja gitu. Soalnya suka nggak percaya diri jadi perhatian banyak orang.

Saat duduk akhirnya saya menyadari bahwa ini bukan tempat makan yang seharusnya saya datangi. Sebab mereka memutarkan lagu jawa yang alat musiknya adalah alat musik yang saya sangat takut mendengarnya. Gamelan dan gong itu memang terlalu menakutkan buat saya. Sejak dulu. Saya tak bisa bertahan lama mendengarnya. Melihat alatnya saja waktu di Solo saya kabur. Mau tak mau saya meminta pelayan untuk memelankan lagu tersebut. Padahal kepengennya speakernya dimatikan saja. Namun tak memungkinkan saya meminta hal tersebut. Sebab itu ciri khas mereka.

Makan buru-buru dan tak tenang. Dapat saya pastikan wajah saya pasti pucat selama saya berada di sana. Cukup sekali itu saya makan di Ayam Kaleo Pontianak. Memang harga terjangkau dan makanannya enak. Tapi saya tak akan pernah mau mengulangi pengalaman menakutkan dengan mendengarkan lagu yang diputar di sana. Saya fobia berat dengan suara gema dan alat musik seperti itu.


Saya tak bisa menyalahkan suami saya yang membawa saya ke sana sebab saya yang mengajaknya. Hufffttt..
 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design